Picture: 4vector.com

Lari dari Takdir Allah Menuju Takdir Allah Lainnya

Ketika Umar bin Khattab dan pasukan kaum muslimin hendak memasuki negeri Syam, mereka mendengar adanya wabah penyakit menular (Tha’un) tepatnya di daerah Sirg. Mendengar hal ini, Umar segera mengumpulkan para sahabat Muhajirin dan Anshar untuk meminta pendapat mereka; apakah kafilah akan terus memasuki negeri Syam atau justru pulang kembali ke Madinah.

Sebagian berkata, “Kita keluar mencari keridhaan Allah, jangan sampai hal ini menghalangi kita.” Sebagian lainnya berkata, “Itu adalah wabah penyakit, kami berpendapat kita jangan mendatanginya.”

Lalu Umar mengumpulkan para sahabat, kemudian mereka menganjurkan Umar untuk pulang. Lantas Umar menyeru kepada orang-orang, “Besok pagi aku akan menaiki untakku (pulang).”

Abu Ubaidah berkata pada Umar, “Apakah engkau lari dari takdir Allah?”

Umar kemudian menjawab, “Benar, aku lari dari takdir Allah menuju takdir Allah lainnya. Apa pendapatmu jika engkau memiliki seekor unta, lalu engkau menyusuri sebuah lembah. Lembah itu memiliki dua sisi, salah satunya subur dan yang lainnya gersang. Jika engkau menggembalakan untamu pada sisi lembah yang subur, bukankah itu karena takdir Allah? Dan jika engkau menggembalakannya pada sisi yang gersang, bukankah itu juga karena takdr Allah?”

Mendengar itu, Abdurrahman bin ‘Auf menghampiri mereka dan berkata, “Aku memiliki pengetahuan tentang ini, aku mendengar Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar ada wabah (penyakit) dalam suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya. Namun, jika wabah itu menyebar ketika kalian berada di negeri tersebut, maka janganlah kalian lari keluar darinya.” (HR. Muslim no. 2219)

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline