Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kulaib bin Umair, Membawa Cahaya Hidayah untuk Sang Ibunda

0 39

Arwa bin Abdul Muththalib termasuk orang yang masuk Islam di Mekah dan ikut hijrah ke Madinah. Sebelum masuk Islam, dia termasuk orang yang mendukung perjuangan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Suatu hari, orang-orang di sekitarnya memberitahu bahwa putranya, Kulaib bin Umair telah memeluk Islam di rumah al-Arqam bin Abil-Arqam al-Makhzumi. Sepulang dari sana, Kulaib langsung menemui ibunya dan berkata, “Wahai ibu, saya telah mengikuti (agama) Muhammad dan saya telah memeluk Islam karena Allah.”

Ibunya menjawab, “Sesungguhnya orang yang paling berhak kamu dukung dan bela adalah putra pamanmu (Muhammad). Demi Allah, seandainya saya mampu sebagaimana kaum laki-laki maka saya akan selalu membelanya.”

Kulaib berkata, “Kalau memang demikian, apa yang menghambat ibu untuk masuk lslam dan menjadi pengikutnya. Padahal, saudara ibu, Hamzah, telah masuk Islam?”

Ibunya menjawab, “Saya melihat saudari-saudariku dulu kalau mereka masuk Islam, saya akan menjadi salah-satu dari mereka (masuk Islam juga).”

Kulaib berkata, “Sesungsuhnya saya memohon kepadamu, demi Allah untuk mendatanginya. Memberi salam kepadanya, mempercayainya, dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah.”

Setelah masuk Islam, Arwa termasuk salah satu wanita yang paling gigih membela Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dengan lisannya dan menyuruh putranya untuk selalu taat dan patuh terhadap beliau. Suatu hari, Abu Jahal telah mempersiapkan sekelompok orang kafir Mekah untuk menganiaya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Mendengar hal itu, Kulaib bin Umair langsung pergi menemui Abu Jahal lalu memukulnya sampai kulit Abu Jahal terkelupas. Seketika itu juga gerombolan tersebut menyeret Kulaib dan mengikatnya. Tidak lama kemudian, datanglah Abu Lahab membebaskannya. Orang-orang memberitahu perihal Kulaib yang membela Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kepada ibunya seraya berkata, “(Wahai Arwa), tahukah Anda bahwa putra Anda telah menjadi pembela Muhammad?”

Dengan tegas Arwa menjawab, “Hari yang terbaik bagi Kulaib adalah hari di mana dia membela putra pamannya, karena memang apa yang dia bawa adalah kebenaran yang datangnya dari Allah.”

Related Posts

Syahidah Pertama dalam Sejarah Islam

Mereka bertanya, “Kalau begitu, anda juga pengikut Muhammad?”

Arwa menjawab, “Ya, benar.”

Mendengar hal tersebut, sebagian orang-orang kafir melaporIcan keislaman Arwa kepada Abu Lahab. Datanglah Abu Lahab menemui Arwa dan berkata, “Sungguh suatu berita yang mengejutkan atas kamu yang telah mengikuti Muhammad dan meninggalkan agama Abdul Muththalib.”

Arwa menjawab, “Memang sudah seharusnya demikian. Sekarang, berdirilah di samping putra saudaramu (Muhammad Shalallahu alaihi wassalam) untuk menolong dan membelanya. Apabila sudah jelas perkaranya (kebenaran Muhammad bagimu), maka kamu boleh memilih. Kamu ikut dengannya (masuk Islam) atau kamu tetap dalam agamamu.”

Sambil berpaling pergi, Abu Lahab menjawab, “Aku adalah kaum yang disegani di kalangan Arab, bagaimana kita harus tunduk dengan orang yang datang dengan agama baru.”

Arwa menjawab Abu Lahab dangan satu bait syair, “Sesungguhnya Kulaib telah menolong putra pamannya. la (Kulaib) jaga Rasulullah dalam lindungannya dan ia infakkan hartanya (untuk perjuangannya).”

Arwa berkata, “Berlinanglah air mataku dan memang sudah selayaknya untuk berlinang lantaran (bapakku) yang enggan menerima kebenaran karena rasa malu.”

Dalam syairnya yang lain, Arwa memuji Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, engkaulah harapan kami karena engkau telah berbuat baik kepada kami dan engkau tidak pernah semena-mena terhadap kami.” []

Sumber: Perempuan-2 Mulia Di Sekitar Rasulullah Saw/ Penulis: Muhammad Ibrahim Saliim/ Penerbit: Gema Insani Pers, 2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline