Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kuda yang Bertaubat

Abdullah bin Mubarak, seorang ulama di masa Tabi’in (pengikut atau murid para sahabat Nabi SAW), suatu ketika berjalan-jalan di pasar dan melihat seekor kuda yang dijual seharga 40 dirham. Maka ia berkata, “Murah sekali harga kuda ini!!”

Ia bermaksud membelinya, tetapi sang penjual yang memang jujur berkata, “Wahai Syeikh, kuda ini ada kelemahannya!!”

“Apakah kelemahannya?”

“Kuda ini tidak bisa dipacu, ia berhenti saat dikejar musuh sehingga terkejar (tertangkap), dan ia selalu meringkik ketika disuruh diam!!”

“Kalau begitu harganya terlalu mahal,“ Kata Ibnu Mubarak, dan ia batal membelinya.

Suatu ketika Abdullah bin Mubarak melihat salah satu muridnya mengendarai kuda itu. Bahkan ia melihatnya terjun pada salah satu pertempuran dengan mengendarainya. Tentu saja hal itu membuatnya bertanya-tanya atas kebenaran informasi yang diberikan sang penjual tentang kelemahan kuda tersebut.

Pada suatu kesempatan, Ibnu Mubarak memanggil muridnya tersebut dan menanyakan tentang kuda yang ternyata telah dibelinya itu. Ia berkata, “Apakah engkau telah membuktikan kelemahan kuda itu?”

Sang Murid menceritakan kalau ia memang telah membuktikannya. Tetapi setelah itu ia berbisik ke telinga kudanya, “Wahai kuda, telah kutinggalkan semua dosa-dosa, aku telah bertobat dan kembali kepada Allah. Karena itu hendaklah engkau juga bertobat dan meninggalkan tabiat burukmu itu. Aku berjanji tidak akan membawamu kepada jalan maksiat kepada Allah.”

Mendengar bisikan tersebut, tampak sang kuda menggerakkan kepalanya tiga kali, seolah-olah sangat gembira, dan setelah itu ia menjadi kuda yang penurut seperti yang dilihat Abdullah bin Mubarak. Kemudian sang murid mengetahui bahwa pemilik kuda itu sebelumnya adalah seorang kafir yang lalim, karena itu sang kuda sering mengutuknya dan sering menjatuhkannya dari punggungnya. tabiat buruk itulah yang terbawa pada kuda itu saat ia dijual. []

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline