Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kita Bukanlah Seperti Rasulullah

Telah datang keterangan dari Atha’ bin Yasar bahwa ada seorang laki-laki mencium istrinya sedangkan dia dalam keadaan berpuasa. Kemudian dia merasa sangat gelisah. Lalu dia mengutus istrinya untuk bertanya mewakilinya mengenai hal itu.

BACA JUGA: Suami yang Lebih Baik bagi Ummu Salamah ternyata…

Kemudian dia bertemu dengan Ummu Salamah istri Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dia pun menjelaskan padanya. Lalu Ummu Salamah memberitahukan kepadanya, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menciumnya sedangkan beliau berpuasa.

Kemudian dia pun pulang dan mengabarkan pada suaminya mengenai hal itu. Akan tetapi hal itu justru menambah kegalauannya.

Suaminya berkata, “Kita tidaklah seperti Rasululah, Allah menghalalkan bagi Rasululah sesuai kehendak-Nya.”

Kemudian istrinya pun kembali menemui Ummu Salamah. Dan dia mendapati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berada di sisi Ummu Salamah.

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Ada urusan apa dengan wanita ini?”

Kemudian Ummu Salamah menceritakannya.

Beliau berkata, “Tidakkah engkau memberitahu kepadanya bahwa aku melakukan hal itu?”

BACA JUGA: Ummu Salamah Menceritakan Perjalanan Hidupnya (Bagian 1)

Ummu Salamah menjawab, “Aku telah mengabarkan kepadanya.”

Kemudian wanita tersebut kembali kepada suaminya dan mengabarkan kepadanya. Akan tetapi hal itu justru menambah keburukan.

Suaminya berkata, “Kita bukanlah seperti Rasulullah, Allah menghalalkan bagi Rasul-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki.”

Mendengar hal itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam marah dan berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah di antara kalian dan aku lebih tahu hukum-hukum-Nya daripada kalian.”

Jadi tidak ada kontradiksi antara kebaikan, ketakwaan dan ilmu, dengan melakukan bersenang-senang bersama istri, sekalipun pada waktu-waktu ibadah seperti puasa.

Dari Umar bin Abi Salamah bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Bolehkah orang yang berpuasa mencium?”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tanyalah kepada ini.”

Yaitu pada Ummu Salamah. Dan Ummu Salamah pun mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan hal itu.

Kemudian Umar berkata, “Wahai Rasulullah, Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang terakhir.”

BACA JUGA: Ummu Salamah dan Abu Salamah, Kekuatan Cinta dan Kekuatan Doa

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah di antara kalian.”

Aisyah telah meriwayatkan, “Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mencium sedangkan beliau berpuasa. Dan pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.” []

Sumber: Kemesraan Nabi Bersama Istri/Karya: Adib Al-Kamdani/Penerbit: Putaka Arafah/2005

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More