Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kisah Singkat Kedua Kakek Rasulullah

Hajar berkebangsaan Mesir merupakan hadiah yang dipersembahkan seorang raja Mesir kepada Sarah untuk menjadi pelayannya. Namun, Sarah yang ketika itu istri Ibrahim, menyarankan kepadanya untuk menikahi Hajar.

Akhimya, Ibrahim pun melakukan apa yang diinginkan oleh istri pertamanya, Sarah. Setelah menikahinya dan seiring bergulirnya waktu, Hajar mengandung dan melahirkan seorang anak yang bernama Ismail. Seorang anak yang juga kelak menjadi nabi penerus ayahnya.

Baca juga: Kisah Penyembelihan Nabi Ismail (Bagian 1)

Keberadaan Ismail dan ibunya, Hajar, ternyata mengundang rasa cemburu Sarah yang saat itu mereka masih tinggal di rumah Ibrahim. Karena tak sanggup meredam api cemburu, mau tak mau Sarah meminta kepada Ibrahim untuk memisahkan mereka dari dirinya.

Berada dalam kondisi yang begitu sulit, Ibrahim harus mengambil keputusan bijak. Maka, dengan segera Ibrahim berangkat bersama Hajar dan Ismail, meninggalkan Syam menuju sebuah tempat yang berada di jalan perlintasan kafilah-kafilah dagang yang mengarah ke laut merah, tepat di antara Yaman dan Palestina. Jaraknya sekitar delapan kilometer dari pantai laut bagian timur, dan dikelilingi sejumlah deretan perbukitan.

Tempat itu adalah lembah yang tidak begitu luas areanya. Di sana Ibrahim, Hajar dan anaknya menjadikannya sehagai tempat peristirahatan. Lembah inilah yang selanjutnya dikenal dengan nama Mekah. Para pakar sejarah sendiri menetapkan bahwa Ismail bin Ibrahim adalah orang pertama yang menjadikan lembah tersebut sebagai tempat tinggal, yang sebelumnya hanya sebatas tempat persinggahan kafilah-kafilah dagang untuk melakukan transaksi jual beli.

Adapun Ibrahim as., dilahirkan di Irak. Ayahnya adalah seorang tukang kayu yang menghasilkan karya-karya berupa patung untuk dijadikan sebagai berhala dan sesembahan oleh kaumnya.

Baca juga: Sejarah Kota Mekkah pada Masa Nabi Ibrahim

Maka, Ibrahim dan Ismail adalah kedua kakek Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dari garis keturunannya. []

Sumber: Sirah Nabawiyah For Kids: Muhammad Sang Teladan/ Penulis: Abdul Mun’im al-Hasyimi/Penerbit: Mirqat/ 2015

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline