Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kisah Pasukan Gajah yang Hendak Menghancurkan Ka’bah (Bagian 2 Habis)

Setelah mendengar penuturan dari Abdul Muthalib, kemudian, Abrahah mengembalikan unta-unta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib menemui kaum Quraisy dan menyuruh mereka berlindung di puncak gunung. Dia khawatir kaumnya akan diserang oleh pasukan bergajah. Abdul Muthalib memegang pintu Ka’bah. Dia berkata, “Tidak ada kesedihan. Sesungguhnya setiap orang telah mempertahankan miliknya. Oleh karena itu, pertahankanlah milik-Mu. Kekuatan dan tipu daya mereka tidak akan dapat mengalahkan tipu daya-Mu.” 

Pada saat Abrahah menyiapkan gajahnya dan mengarahkannya menuju Ka’bah, datanglah Nufail bin Habib. Dia berdiri di samping gajah sambil berbisik, “Berhentilah hai Mamut! Kembalilah ke tempat asalmu. Sekarang kamu berada di tanah Allah swt yang diharamkan untukmu.” Tidak lama kemudian, gajah itu pun berhenti dan duduk. Nufail pun meninggalkan tempat itu untuk bergabung dengan kaum Quraisy yang telah bersembunyi di balik gunung.

Pasukan Abrahah memukul gajah itu agar berdiri. Namun, gajah-gajah itu tidak mau berdiri. Jika mereka mengarahkan gajah itu ke arah selain Ka’bah, gajah itu mau pergi. Namun, jika diarahkan ke Ka’bah, gajah itu kembali berhenti sambil mengeluarkan suara yang keras. Melihat kejadian tersebut, Abrahah menaiki punggung gajah. Dia membentak dan memukul gajah itu untuk memaksanya masuk ke tanah haram. Abdul Muthalib dan kaum Quraisy lainnya melihat semua kejadian yang aneh tersebut. Mereka sangat heran melihat tingkah laku gajah-gajah itu.

Read More

Cahaya yang Berpindah dari Abdullah ke Aminah

Pada saat itulah, Allah swt mengirimkan sekawanan burung ababil yang sangat banyak. Setiap burung membawa tiga buah batu yang berasal dari neraka. Dua batu diletakkan di kedua kakinya, sedangkan satu batu di paruhnya. Burung-burung itu datang tepat di atas pasukan bergajah. Kemudian burung-burung itu melemparkan batu-batu itu. Pada saat itu, tidak ada satu buah batu pun yang menimpa kepala seseorang melainkan batu itu akan keluar melalui duburnya. Tidak ada satu buah batu pun yang menimpa tubuh seseorang melainkan batu itu akan keluar melalui sisi sebelahnya. Di antara pasukan bergajah itu ada yang langsung mati dan ada juga yang dagingnya jatuh sepotong-sepotong. Mereka lari tunggang langgang karena sangat ketakutan.

Abrahah, sang pemimpin pasukan, mengalami luka yang sangat parah. Daging dan anggota tubuhnya jatuh sepotong-sepotong. Bahkan jari jemarinya terlepas. Dia berhasil meninggalkan tempat itu hingga ke negerinya. Namun akhirnya, dia tewas setelah menceritakan kejadian hebat itu kepada kaumnya. Orang-orang Quraisy mendapatkan harta rampasan perang yang sangat berlimpah. Bahkan Abdul Muthalib mendapat emas sebanyak satu lubang besar. Demikianlah azab yang menimpa pasukan bergajah karena mereka ingin menghancurkan rumah Allah swt. Namun, Allah swt melindungi rumah-Nya dengan kekuasaan yang tanpa batas.[]

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline