Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kisah di Balik Aroma Surga dekat Gunung Uhud

0 27

Anas bin Malik berkata, “Pamanku yang bernama Anas bin An-Nadhr tidak turut serta dalam Perang Badar bersama Rasulullah, dan itu membuatnya gundah. Pamanku itu berkata, ‘Aku tidak turut serta dalam perang pertama yang disaksikan Rasulullah. Demi Allah, jika Allah menghendaki aku turut serta dalam perang yang dipimpin oleh beliau, maka Allah pasti melihat apa akan aku perbuat.’

BACA JUGA: Wanita dengan Aroma Surga

Anas bin Malik berkata, “Paman takut tertinggal dalam perang yang lain, maka ia turut serta Rasulullah dalam perang uhud di tahun berikutnya. Sa’ad bin Muadz menyambutnya, dan Anas bin An-Nadhr bertanya padanya, ‘Wahai Abu Amru, kemana kamu hendak pergi?’

Tanpa menunggu jawaban Sa’ad, Anas bin An-Nadhr berkata, ‘Aku rindu aroma surga. Aku mendapati aroma itu berada di dekat Uhud.’

Kemudian Anas bin An-Nadhr pergi berperang dan terbunuh di sana. Pada tubuhnya ditemukan delapan puluhan luka akibat pukulan, tikaman, dan lemparan.

Bibiku yang bernama Ar-Rubbayi’ bin An-Nadhr berkata, ‘Aku tidak mengenali lagi saudaraku kecuali jari-jarinya.’

BACA JUGA: Bagaimana Mungkin Masuk Surga itu Gratis?

Kemudian turunlah ayat, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menempati apa yang telah mereka janjiku kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya).” (Al-Ahzab:23)

Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam, Mahmud Musthafa Sa’ad & Dr. Nashir Abu Amir Al-Humaidi, Pustaka Al-Kautsar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline