Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kisah Bidadari Turun ke Bumi

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan, jika bidadari turun ke bumi, ia akan menyinari seluruh langit dan bumi serta memenuhinya dengan aroma yang harum semerbak.

وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ لأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلأَتْهُ رِيحًا ، وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Berlombalah untuk Mengejar Para Bidadari Surga dan Bertemu Rabb di Surga

Karenanya tidak pernah terjadi bidadari turun ke bumi. Imam Al Qurthubi dalam At Tadzkirah mengutip perkataan Malik bahwa jika bidadari turun ke bumi, siapa pun yang melihatnya akan mati karena kecantikan yang demikian mempesona.

“Sesungguhnya di surga ada seorang bidadari yang dibanggakan oleh semua penghuni surga karena kecantikannya,” kata Malik. “Andaikan Allah belaum menentukan terhadap penghuni surga bahwa mereka takkan mati, niscaya mereka semua mati karena melihat cantiknya bidadari ini.”

Lalu bagaimana dengan kisah-kisah bidadari turun ke bumi?

Kisah-kisah bidadari turun ke bumi yang ditulis oleh para ulama seperti Imam Al Qurthubi dalam At Tadzkirah, Syaikh Mahir Ahmad Ash Shufi dalam Al Jannatu wa An Nar, dan Syaikh Musthafa Murad dalam Nisaa’ Ahlul Jannah terjadi dalam mimpi. Bukan di alam nyata.

Imam Al Qurthubi mengutip riwayat dari Tsabit dari ayahnya yang termasuk tekun sholat malam. Dia menuturkan, “Pada suatu malam aku bermimpi melihat wanita yang tidak seperti wanita dunia.”

“Siapa kamu?” tanyanya.

“Bidadari, wahai Hamba Allah.”

“Maukah engkau menikah denganku?”

“Pinanglah aku dulu kepada Tuhanku dan penuhilah maharku.”

“Apa maharmu?”

“Tahajud yang lama.”

Hal itu pun dialami oleh Ali Ath Thalhi yang pernah bermimpi bertemu dengan wanita yang sangat cantik, yang kecantikannya tiada taranya dibandingkan dengan wanita dunia.

“Siapa kamu?” tanya Ath Thali di dalam mimpinya.

“Aku bidadari.”

“Maukah engkau menikah denganku?”

“Pinanglah aku kepada Tuhanmu dan bayarlah mahar untukku”

Baca juga: Tatkala Kelahiran Fatimah, Sepuluh Bidadari Menemaninya

“Apa maharmu?”

“Jaga dirimu dari segala bentuk kemaksiatan.” []

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline