Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Khalifah Berhadapan dengan Perampok Ahli Syair

0

Di era pemerintahan Muawiyah, seorang perampok kelas berat berhasil ditangkap oleh pihak keamanan negara.

BACA JUGA: Kisah Hakim Ilyas bin Muawiyah, Khilal yang Tertutup Uban

Di samping telah melakukan perampokan, sang penjahat pun melakukan tindak pidana pembunuhan. Ia kemudian diseret ke pengadilan dan dihadapkan kepada hakim.

Setelah melalui persidangan yang panjang dan hati-hati, pengadilan memutuskan bahwa sang penjahat itu bersalah dan diberi sanksi hukuman mati.

Ternyata, sang perampok memiliki keahlian dalam menggubah syair dan dia tahu betul bahwa Muawiyah merupakan penggila syair. Dia mengajukan banding kepada Muawiyah dan mengajukan pledoinya (pidato pembelaan) dalam bentuk syair.

Dalam pledoinya, sang penjaha mengungkapkan bahwa kemiskinan dan kebutuhan hidup telah membawanya ke dalam dunia hitam, membunuh dan merampok.

Karena tersentuh akan keindahan dan ratapan bait-bait syair tersebut, Muawiyah membatalkan hukuman mati dan membebaskannya pergi. Bukan hanya itu, Muawiyah pun memberinya sebuah pundi-pundi emas.

BACA JUGA: Umar bin Abdul Aziz Khawatir jika Dirinya Diangkat Menjadi Khalifah

Sambil memberikan penghargaan, Muawiyah berkata, “Ini untuk biaya hidupmu. Jngan kau berdalih karena kebutuhan untuk mengulangi kejahatanmu.” []

Sumber: Studies of Mohammedanisme / karta Poole

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline