Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Keutamaan Aisyah Laksana Keutamaan Roti Kuah di Antara Makanan Lainnya

0

Aisyah juga tergolong istri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam yang suka bersedekah. Terlihat ketika pada suatu hari ia masih sempat menyedekahkan 70 ribu dirham, sementara bajunya sendiri banyak tambalannya.

Bahkan, pernah pula datang kepadanya uang sejumlah 100 ribu dirham, namun dia membagikannya kepada fakir-miskin, sedangkan dia sendiri berpuasa. Maka pelayannya heran dan bertanya kepadanya, “Tidakkah engkau dengan uang itu dapat membeli daging seharga satu dirham untuk kita berbuka puasa?”

Aisyah menjawab, “Andaikata tadi engkau ingatkan aku, tentu aku perhatikan.”

Aisyah sangat besar rasa malunya dan sangat memelihara kehormatan dirinya.

Dia mengisahkan, “Aku pernah memasuki rumah tempat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersama ayahku dimakamkan. Maka kulepas kerudungku dan berkata, sesungguhnya ini adalah suami dan ayahku. Ketika Umar bin Khathab dimakamkan di situ, demi Allah, aku tidak lagi memasukinya, kecuali dengan mengencangkan ikatan bajuku karena malu terhada Umar.”

Sungguh, hal itu merupakan cerminan bahwa Aisyah sangat pemalu dan sangat memelihara diri dan kehormatannya. Aisyah tetap menjaga rasa malunya terhadap orang lain yang bukan muhrimnya, meski ia sudah di dalam kubur.

Dalam kehidupan sehari-hari, Aisyah dikenal sebagai wanita yang faqih (ahli ilmu fiqih) dan banyak meriwayatkan hadis, sehingga banyak para sahabat yang bertanya tentang berbagai masalah seputar agama kepadanya. Namun, Aisyah r.a. pun menjawabnya dari belakang tabir. Tidaklah heran kalau Nabi Shalallahu alaihi wasallam sangat mencintainya dan sering memuji istrinya.

Rasulullah pernah bersabda mengenai Aisyah, “Keutamaan Aisyah atas para wanita yang lain laksana keutamaan roti kuah di antara makanan lainnya.”

Dalam hadis lain dikatakan pula, “Wahai Aisyah! Ini Jibril datang mengirim salam kepadamu.”

Setelah mendengar perkataan Rasulullah seperti itu, Aisyah pun menjawab salam dari Jibril. []

Sumber: Merajut Cinta Benang Perkawinan/Penulis: Wawan Susetya/Penerbit: Republika Jakarta Asmaranda

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline