Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Ridha Ibu Berada di Atas Segalanya

0 32

Di masa Rasulullah, ada seorang pemuda bernama Alqamah. Ia giat menunaikan salat, puasa, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya. Tiba-tiba ia sakit keras. Merasa tak berdaya, sang istri menyuruh orang untuk menghadap Rasulullah dan memberitahukan bahwa suaminya sakit keras. Rasulullah menyuruh Bilal, Ali, Salman, dan Ammar supaya mengunjungi tempat Alqamah untuk mengetahui keadaannya.

Ketika sampai di rumah Alqamah, mereka terkejut karena Alqamah dalam keadaan sekarat. Segera saja mereka menuntun Alqamah untuk membaca kalimat tauhid, laa ilaahaa illallaah. Anehnya, lisan Alqamah seperti terkunci, sehingga ia tak mampu mengucapkannya. Ketika para sahabat sudah patah arang membimbing Alqamah, mereka menyuruh untuk menghadap Rasulullah dan memberitahukan kondisi tersebut.

“Apakah Alqamah masih memiliki ayah dan ibu?” tanya beliau.

“Ayahnya telah wafat, sedangkan ibunya sudah tua renta,” jawabnya.

“Wahai Bilal, pergilah kepada ibu Alqamah dan sampaikan salamku. Katakan kepadanya, ‘Jika engkau dapat berjalan, pergilah kepada Rasulullah dan jika engkau tidak dapat berjalan, maka beliau akan datang ke sini.'”

Ringkas cerita, hal itu disampaikan kepada ibu Alqamah. “Sayalah yang lebih layak mendatangi Nabi,” jawab sang ibu.

Perempuan tua renta itu segera mengambil tongkat dan berjalan menemui Nabi. setelah memberi salam, ia duduk di hadapan beliau.

“Nah, sekarang ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi. Jika engkau berdusta, maka akan turun wahyu yang memberitahukan kedustaanmu. Berdasarkan keadaan Alqamah?” kata Rasulullah.

“Ia rajin mengerjakan salaf, puasa, dan bersedekah.”

“Lalu, bagaimana hubunganmu dengannya.”

“Ia lebih mengutamakan istrinya daripada aku. Ia menurut kepada istrinya, tetapi menentangku.”

Beliau bersabda, “Murkamu itulah vang mengunci lidah Alqamah untuk mengucap laa ilaahaa illallaah.”

Kemudian beliau meminta sang ibu untuk memaafkan kesalahan Alqamah. Tetapi sang ibu enggan. la berkata bahwa kesalahan Alqamah tidak patut dimaafkan. Merasa tak ada jalan lagi, beliau segera menyuruh Bilal mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya untuk membakar Alqamah.

Mendengar hal itu, ibu Alqamah terkejut. “Ya Rasulullah, akankah engkau membakar buah hati (anak)ku di depanku?”

“Wahai ibu Alqamah, siksa Allah jauh lebih berat dan kekal daripada api dunia. Karena itu, jika engkau menghendaki agar Allah mengampuni dosa anakmu, maka relakanlah ia. Tetapi jika kamu masih murka kepadanya, demi Allah, semua ibadah yang dilakukan Alqamah tidak akan berguna sama sekali.”

Setelah mendengar penjelasan Rasulullah, mencair kebekuan hati sang ibu. Sembari mengangkat tangan, ia berkata, “Ya Rasulullah, saya persaksikan kepada Allah, engkau, dan semua yang hadir di tempat ini, sekarang saya telah rida kepada Alqamah.”

Segera beliau menyuruh Bilal memeriksa keadaan Alqamah, apakah ia sudah bisa mengucapkan kalimat tauhid atau belum. Sesampainya di sana, ternyata Alqamah sudah bisa mengucapkan kalimat tersebut. Tak lama kemudian, ia meninggal. Hal itu membuktikan bahwa sang ibu betul-betul telah memaafkan Alqamah. Jenazah Alqamah pun dimandikan, dikafani, disalatkan lalu dikuburkan.

Di tepi kuburan Alqamah, beliau bersabda, “Wahai sahabat Muhajirin dan Ansar! Siapa yang lebih mengutamakan istrinya daripada ibunya, ia terkena laknat Allah, malaikat, dan seluruh umat manusia.  Bahkan, Allah menolak segala amal fardu dan sunahnya, kecuali jika ia bertaubat kepada Allah, berbakti kepada ibunya, dan meminta keridaannya. Sebab, rida Allah tergantung kepada rida orang tua dan murka Allah tergantung kepada murka orang tua.”

Kisah tersebut menunjukkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Hanya dengan rida orang tua, seorang anak dapat menjalani hidupnya dengan damai, sentosa, dan selamat di dunia dan akhirat. Sebab, dengan rida orang tualah, Allah berkehendak menurunkan rida-Nya. []

Sumber: Akhlak Hubungan Vertikal/ Penulis: M Alaika  Salamullah/ Penerbit: Pestaka Insan Madani, 2008

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline