Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Lamaran Amirul Mukminin ditolak

“Apakah engkau tidak suka pada Amirul Mukminin?” tanya Aisyah pada Ummu Kultsum, putri dari Abu Bakar.

Ummu Kultsum binti Abu Bakar menjawab, “Ya, kehidupannya (susah) dan ia juga kasar terhadap perempuan.”

Maka Aisyah pun mengabarkan hal tersebut pada sahabat Umar, yakni ‘Amr bin al-Ash.

‘Amr lalu mencegah Umar untuk menikahinya dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, dia adalah perempuan muda yang tumbuh dalam asuhan Aisyah yang lembut dan penuh kasih. Sedangkan engkau adalah orang yang keras, kami segan kepadamu, dan tabiatmu ini sudah tidak bisa kami rubah lagi. Bagaimana jika nanti ia berselisih denganmu, lalu engkau bersikap kasar padanya? Engkau akan memperlakukan putri Abu Bakar dengan perlakuan yang tak pantas.”

Umar pun berkata, “Bagaimana dengan Aisyah? Aku sudah terlanjur bicara padanya?”

Aku telah mencukupkanmu dari Aisyah (mewakili Aisyah).” jawab ‘Amr.

Lalu ‘Amr menyuruhnya agar menikahi Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah dari nasab Fathimah. Umar kemudian melamarny dari ayahnya Ali, maka Ali pun menyetujui dan menikahkan putrinya dengan Umar. Umar membayarkan maharnya sebesar 40.000 dirham. Dari pernikahannya dengan Ummu Kulstum bin Ali bin Abi Thalib, lahirlah Zaid dan Ruqayyah. []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline