Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Hati Telah Dibalut Aqidah Suci

0

Dia hidup dengan kelimpahan kesenangan. Dimanjakan oleh kedua orangtuanya. Mungkin tak seorang pun yang memiliki kesenangan serupa dengannya. Dialah Mush’ab bin Umair, seorang remaja Quraisy yang terkemuka, paling tampan dan penuh dengan jiwa semangat kemudaaan. Ia merupakan salah satu di antara pribadi-pribadi Muslimin yang ditempa oleh Islam dan dididik oleh Muhammad Shalallahu ’alaihi Wasallam.

BACA JUGA: Turunnya Surah An-Nahl Mampu Menenangkan Rasulullah

Suatu hari, anak muda ini mendengar berita telah tersebar luas di kalangan warga Mekah mengenai Muhammad al-Amin. Tak butuh waktu lama untuk menepis segala keraguan dalam hatinya, dia pun menganut ajaran yang dibawa Rasulullah. Dan tiada ketakutan pun dalam dirinya jika keimanannya bakal diketahui, hanya saja yang paling dikhawatirkan ialah ibunya.

Sesampainya di rumah. Dibacakannya ayat-ayat Al-Quran untuk mencuci hati nurani keluarganya. Ketika sang ibu hendak membungkam mulut puteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba tangan yang terulur bagai anak panah itu jatuh terkulai demi melihat cahaya dari wajah yang berseri cemerlang.

Singkat cerita, Mush’ab dikurung dalam bagian terpencil rumahnya. Dan segala hal yang biasa dilimpahkan kepadanya pun dihentikan. Namun, tak goyah keimanan Mush’ab, sehingga sang ibu sudah merasa putus asa agar anaknya tersebut kembali menyembah berhala.

Ketika ibunya mengusirnya, “Pergilah sesuka hatimu! Aku bukan ibumu lagi.”

Mush’ab pun menghampiri seraya berkata, “Wahai ibunda! Telah ananda sampaikan nasihat kepada bunda, dan ananda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu saksikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

BACA JUGA: Perjuangan Pahlawan Islam Sejati, Majza’ah bin ats-Tsaur (Bagian 1)

Demikian Mush’ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin sekaligus sengsara. Tapi jiwanya telah dihiasi aqidah suci dan cemerlang. []

Oleh : Nida Nur Fadillah

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah/Karya: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit: Cv Diponegoro/1990

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More