Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Allah Perlihatkan Usia Nabi Daud kepada Nabi Adam

0

Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Ketika Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya, dia bersin, dia berkata ‘Alhamdulillah’, dia memuji Allah dengan izin-Nya. Maka Tuhannya berfirman kepadanya, ‘Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para Malaikat itu, sebagian mereka yang sedang duduk. Katakanlah, ‘Assalamu’alaikum!’

Mereka menjawab, ‘Wa’alaikas salamu warahmatihi’.

Lalu Adam kembali kepada Tuhannya, dan Allah berfirman, ‘Sesungguhnya itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak-anakmu di antara mereka.’ Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua tangan-Nya mengepal, ‘Pilih satu dari keduanya yang kamu kehendaki.’

Adam menjawab, ‘Aku memilih tangan kanan Tuhanku dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang penuh berkah.’ Kemudian Allah membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya.

Adam bertanya, ‘Ya Robbi, siapa mereka?’

Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak cucumu.’

Ternyata umur semua manusia telah tertulis di antara kedua matanya. Di antara mereka terdapat seorang laki-laki yang paling cerah cahayanya atau termasuk yang paling terang cahayanya. Adam bertanya, ‘Ya Rabbi, siapa ini?’

Allah menjawab, ‘Ini adalah anakmu Daud dan Aku telah menulis umurnya empat puluh tahun.’

Related Posts

Nabi Daud dan Nabi Sulaiman Menjadi Hakim

Adam berkata, ‘Ya Robbi, tambahkan umurnya.’

Allah berfirman, ‘Itu yang telah Aku tuliskan untuknya.’

Adam berkata, ‘Ya Rabbi, aku memberikan umurku enam puluh tahun kepadanya.’

Allah berfirman, ‘Itu urusanmu.’

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu Adam diminta tinggal di Surga sekehendak Allah, kemudian dia diturunkan darinya. Maka Adam menghitung sendiri umurnya. Manakala Malaikat maut datang, Adam berkata kepadanya, ‘Kamu telah tergesa-gesa. Aku telah diberi umur seribu tahun.’

Malaikat menjawab, ‘Tidak, tetapi kamu telah memberikan enam puluh tahun umurmu kepada anakmu Dawud.’

Lalu Adam mengingkari, maka anak cucunya mengingkari. Adam lupa, maka anak cucunya lupa. Dia berkata, ‘Sejak saat itu diperintahkan untuk menulis dan saksi-saksi.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunannya dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Al-A’raf, 4/267. Lihat Shahih Sunan Tirmidzi, 3/52, no. 3282.

Hadis kedua diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Muawwidzatain, 4/453. Lihat Shahih Sunan Tirmidzi, 3/137, no. 3607.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline