Picture: Freepik

Ketegasan Amirul Mukminin Terhadap Keluarga

Suatu hari Umar membagi-bagikan harta Baitul Maal kepada rakyatnya, ia biasa membagikan harta berdasarkan awal mereka masuk Islam dan nasab mereka. Umar memberi Usamah bin Zaid sebesar  4000 dinar dan 3000 dinar untuk Abdullah bin Umar (anaknya).

Abdullah bin Umar berkata, “Wahai ayahku, mengapa engkau memberi Usamah 4000 dinar, sementara engkau memberiku 3000 dinar. Ayahnya tidak lebih utama darimu dan dia tidak lebih utama dariku.”

Mendengar itu, Umar berkata, “Dahulu ayahnya (Zaid bin Haritsah) lebih dicintai Rasulullah daripada aku dan ia lebih dicintai Rasulullah daripada engkau.”

Abu Musa al-Asyari pernah mengirimkan hadiah permadani kepada ‘Atikah istri Umar bin al-Khattab. Umar melihatnya kemudian berkata, “Dari mana engkau mendapatkannya?” ‘Atikah menjawab, “Dari Abu Musa al-Asyari.” Maka Umar pun memukul kepala istrinya hingga kepalanya bergetar.

Umar kemudian menyuruhnya memanggil Abu Musa. Abu Musa berkata, “Jangan terburu-buru menghukumku wahai Amirul Mukminin.”

Umar bertanya, “Ada urusan apa engkau memberi hadiah kepada istriku?” sambil dilemparkannya permadani itu kepada Abu Musa dan berkata, “Ambillah, kami tidak membutuhkannya.”

Pernah datang pada Umar minyak kesturi dan ambar dari Bahrain. Umar berkata, “Seandainya ada perempuan yang pandai menakar, agar dia menakar minyak wangi ini agar aku dapat membagikannya pada kaum muslimin.” Istrinya, ‘Atikah binti Zaid berkata, “Aku pandai menakar, biarkan aku menakar untukmu.” Namun umar menolaknya dan berkata, “Aku khawatir engkau akan mengambil sedikit darinya dan melakukan ini –mengoles di pelipisnya– lalu engkau mengolesnya di lehermu sehingga engkau mendapat jatah melebihi jatah kaum muslimin.” []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline