Picture: dreamstime.com

Kesetiaan Rasulullah kepada Khadijah

Kesetiaan merupakan sifat terpuji dalam islam. Tingginya kedudukan sifat tersebut sebagaimana firman Allah, “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (QS. Ar-Ra’du: 19-20)

Suatu hari datang seorang wanita tua kepada Rasulullah, kemudian beliau bertanya, “Siapakah anda?”

Wanita tua itu menjawab, “Jatstsamah al-Muzniyah.”

Beliau berkata dengan semangat, “Engkau baik-baik saja? Bagaimana kabar anda? Bagaimana keadaan anda? Bagaimana nasib anda setelah berpisah dengan kami?”

Wanita tersebut menjawab, “Baik demi bapak dan ibuku.”

Setelah wanita itu keluar, berkatalah Aisyah, “Ya Rasulullah engkau menyambut wanita tua tersebut dengan sedemikian rupa?”

Rasulullah berkata, “Sesungguhnya dia pernah mendatangi kami sewaktu Khadijah masih hidup, dan setia janji adalah bagian dari iman.”

Hal tersebut membuat Aisyah begitu cemburu sekalipun Aisyah belum pernah bertemu atau pun melihat Khadijah. Hanya saja Rasulullah sering menyebut-nyebut namanya serta banyak menceritakan tentang Khadijah.

Terkadang Rasulullah memotong seekor kambing kemudian memotong-motongnya dan beliau bagikan kepada kerabat dekat Khadijah.

Perhatian Rasulullah yang luar biasa terhadap Khadijah tersebut menunjukan besarnya kesetiaan Rasulullah terhadap khadijah, keluhuran akhlaknya, tingginya kadar kecerdasannya dan kebesaran jiwanya, meskipun Khadijah lebih tua umurnya.

Kehadiran Aisyah yang cantik, pandai, dan mencintai Rasulullah, tidak membuat Rasulullah melupakan Khadijah, maka kesetiaan terhadap Khadijah selalu ada sepanjang hidupnya. Dan Rasulullah tidak memadu Khadijah dengan wanita manapun selama Khadijah masih hidup. []

Sumber: Mereka Adalah para Shahabiyat/ Penulis: Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, dkk/ Penerbit: At-Tibyan/ Juli, 2012

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Beginilah Akhirnya Bila Hanya Mencintai Rupa

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata, “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

you're currently offline