Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Keserakahannya Tak Mampu Melihat Kelembutan Kaum Muslimin

52

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kaum Muslimin untuk menghukum Yahudi Bani Quraidhah yang mengkhianati perjanjian dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan bersekutu dengan pasukan al-Ahzab yang mengepung Madinah, mengobarkan kabilah-kabilah Arab untuk memerangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan kaum Muslimin, pada saat itu Tsabit tergolong orang Islam terdepan yang menyerang mereka dan berhasil menawan az-Zubair Batha al-Qurthi.

Ketika ia memperhatikan wajah tawanannya itu, ia ingat bahwa pada zaman Jahiliah dahulu, dalam Perang Bi’ats, az-Zubair pernah menawan dan memperlakukan Tsabit dengan baik, tidak meminta tebusan apa pun, tidak menyiksanya atau memukulnya seperti dilakukan kepada tawanan lain, hanya menjambak rambut dan membiarkannya pergi. Kini, az-Zubair sudah tua sekali.

Tsabit menegurnya, “Ya Aba Abdurrahman, apakah kau mengenaliku?”

Si Yahudi menjawab tegas, “Apakah mungkin aku tidak mengenalmu?”

“Aku ingin membalas jasamu kepadaku,” ujar Tsabit.

“Orang baik membalas kebaikan orang lain,” Tsabit pergi menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, “Ya Rasulullah, az-Zubair pernah berjasa kepadaku dan aku ingin membalas jasanya itu. Berikan darahnya kepadaku!”

“Ya, aku berikan kepadamu.”

Setelah itu, ia menemui az-Zubair dan berkata kepadanya, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan darahmu kepadaku dan aku serahkan kepadamu.”

“Seorang tua bangka seperti aku, tanpa anak dan istri, apa yang akan dilakukan dalam hidup ini?” ujar az-Zubair memelas.

Tsabit pergi menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, berikan juga kepadaku anak-anak dan istrinya.”

“Ya, aku berikan kepadamu semua.”

Setelah itu, ia menemui az-Zubair dan berkata kepadanya, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan anak-istrimu kepadaku dan aku serahkan semuanya kepadamu.”

“Seorang keluarga di Hijaz hidup tanpa harta-benda, apa artinya?” ujar az-Zubair memelas.

Tsabit pergi lagi menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan hartanya?”

Read More

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

“Ya, itu juga untukmu,” jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Setelah itu, ia menemui az-Zubair dan berkata kepadanya, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikarinya kepadaku dan aku serahkan kembali kepadamu.”

“Bagaimana nasib Ka’ab bin Usaid?” tanya az-Zubair.

“Dia dihukum mati,” jawab Tsabit.

“Bagaimana nasib Hayyi bin Akhtab?” tanya az-Zubair.

“Dia dihukum mati,” jawab Tsabit.

“Bagairnana nasib tokoh muda kami, Azzal bin Samaual?” tanya az-Zubair.

“Juga dihukum mati,” jawab Tsabit.

“Bagaimana nasib Bani Ka’ab bin Quraidhah dan Bani Amru bin Quraidhah?” tanya az-Zubair.

“Semuanya dihukum mati,” jawab Tsabit.

“Kalau begitu, aku mohon kepadamu, ya Tsabit, berdasarkan jasaku kepadamu, berangkatkan aku menyusul mereka. Aku kira tidak ada artinya lagi kehidupan ini bagiku. Aku tidak sabar lagi hidup sebelum menemui para kekasihku itu,” ujar az-Zubair.

Tsabit lalu melangkahkan kakinya ke depan dan menebas batang lehernya sesuai permintaanya.

Sesudah berita itu terdengar oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, ia berkomentar, “Ia akan menemukan mereka di neraka Jahannam selama-lamanya.”

Si Yahudi itu menunjukkan watak bangsa Yahudi yang sebenarnya, watak serakah yang naluriah. Dari segi lain, peristiwa ini menunjukkan toleransi Islam dan kelembutan hati para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bagaimana pintu rahmat dan maaf selalu mereka buka, pintu pemberian dan larangan di hadapan manusia semuanya, tanpa pilih bulu dan pilih warna, meskipun berbeda akidah dan aliran. []

Sumber: Tokoh-tokoh yang diabadikan al-Quran, Volume 1/Penulis: Abdurrahman Umairah/Penerbit: Gema Insani Press,2000

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More