Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kesaksian Yahya bin Afif, Pertama Kali Melihat Shalat Berjamaah

0 17

Penulis sejarah sepakat bahwa Sayyidah Khadijah binti Khuwailid rah. adalah orang pertama yang memercayai kenabian Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam serta mempelajari cara berwudhu dan shalat. Kesepakatan lain adalah bahwa Sayyidina Ali bin Abu Thalib berwudhu, dan shalat di belakang Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Jika Sayyidina Ali anak lelaki pertama, maka Sayyidah Fathimah Az-Zahra adalah anak perempuan pertama yang memeluk Islam, mengambil air wudhu dan melakukan shalat.

Pelaksanaan shalat yang terdiri dari takbir, ruku’, sujud dan tasyahud, sebenarnya adalah perbuatan yang tidak dikenal bangsa Arab dan bangsa lainnya. Seorang lelaki bernama Yahya bin Afif, sahabatnya Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam), melukiskan saat pertama kali dalam hidupnya menyaksikan shalat umat Islam.

Suatu hari, Yahya bin Afif mengunjungi Ka’bah untuk bertawaf, sebagaimana biasa dilakukan bangsa Arab jahiliyah. Di sana, ia menyaksikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tengah mengimami shalat bersama Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan Sayyidina Ali bin Abu Thalib (waktu itu, Sayyidina Ali masih kecil dengan usia kira-kira delapan atau sembilan tahun).

Yahya bin Afif bercerita, “Pada masa jahiliyah, aku pergi ke Ka’bah dan singgah di kediaman Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika matahari terbit dan menggelantung di langit, aku memandangi Ka’bah. Saat itulah seorang lelaki muda datang. Ia juga menatap langit, lalu menghadap Ka’bah. Tak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil yang langsung berdiri di sebelah kanan orang pertama tadi. Kemudian menyusul seorang perempuan datang dan berdiri di belakang keduanya. Ketika lelaki pertama itu ruku’, anak kecil dan perempuan itu pun mengikutinya. Kemudian, lelaki muda itu berdiri lagi, kedua orang yang di belakangnya juga berdiri. Lelaki muda itu merendahkan badannya bersujud yang segera diikuti keduanya.”

Menyaksikan itu, Yahya bin Afif merasa heran. Ia pun bertanya kepada Abbas bin Abdul Muthalib yang saat itu berdiri di sampingnya, “Wahai Abbas, apa itu? Apa yang dilakukan orang-orang itu? Terasakah oleh engkau bahwa itu merupakan sesuau yan agung?”

Abbas bin Abdul Muthalib yang waktu itu belum memeluk agama Islam menjawab, “Benar, itu pasti sesuatu yang agung.”

Abbas lalu menunjuk keponakannya (Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam) seraya berkata, “Tahukah engkau, siapa orang itu?”

Yahya menjawab, “Tidak, siapa dia?”

Abbas meneruskan, “Ia adalah keponakanku. Menurut ceritanya kepadaku, Tuhan Pencipta langit dan bumi yang memerintahkannya melakukan semua itu. Demi Tuhan, yang aku ketahui hanya ketiga orang tersebut yang memeluk agama itu di seluruh muka bumi. Tentu saja, merupakan sebuah keberanian untuk melakukan perbuatan itu di depan mata manusia”. []

Baca juga: Khalifah dengan Seribu Dirham dan Seratus Raka’at Shalat

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline