Picture: Dreamstime.com

Kesaksian Seekor Unta

Suatu hari seorang Yahudi menemui Rasulullah Saw. mengadukan bahwa seorang Muslim telah mencuri untanya. Orang Yahudi itu mendatangkan empat saksi palsu dari kaum munafik. Karena kesaksian empat orang itu, Rasulullah Saw. memutuskan bahwa unta itu milik orang Yahudi dan tangan si Muslim harus dipotong.

Tentu saja, si Muslim yang tidak merasa mencuri unta itu kaget dan berduka. la mengangkat kepalanya dan menadahkan tangannya, lalu berkata, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui bahwa aku tidak mencuri unta itu.”

Kemudian ia berkata kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu benar. Namun, aku mohon, sebelum tanganku dipotong, mintalah keterangan dari unta ini!”

Maka, Rasulullah Saw. bertanya kepada si unta, “Hai unta, milik siapakah engkau?”

Unta itu menjawab dengan jelas, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu semuanya palsu.”

Akhirnya, Rasulullah Saw. berkata, “Hai Muslim, katakan kepadaku, apa yang kaulakukan hingga Allah menjadikan unta ini berbicara?”

“Wahai Rasulullah, di malam hari aku tidak tidur sebelum membaca shalawat kepadamu sepuluh kali.”

Rasulullah Saw. berkata, “Kau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksa di akhirat berkat shalawat yang kaubaca untukku.” []

Sumber: 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw/ Fuad Abdurahman/Naura Book/ Jakarta, 2015

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Seperti Apa Haji yang Mabrur Itu?

Suatu kali, Al-Hasan bin All bin Abi Thalib ditanya tentang haji yang mabrur.

you're currently offline