Foto: Pinterest.com

Kesabaran Jiwa Ummu Kultsum

Ummu Kultsum binti Rasulullah adalah seorang wanita yang padat tubuhnya, cantik wajahnya dan lebar kedua pipinya. Beliau dilahirkan setelah kakaknya yang bernama Ruqayyah. Keduanya sama besar dan sangat mirip dan saling mengasihi bahkan seolah-olah mereka kembar.

Tatkala Ruqayyah dan Ummu Kultsum dewasa, keduanya dipinang secara bersamaan untuk kedua anak Abu Lahab, yaitu Utbah dan Utaibah. Akan tetapi Allah menghendaki kebaikan kepada keduanya, maka keduanya dikembalikan secara bersama-sama sesuai dengan perintah Abu Lahab sang musuh Allah kepada kedua anaknya, “Kepalaku dan kepala kalian berdua haram jika kalian berdua tidak mau menceraikan kedua anak Muhammad.”

Begitulah, dengan perceraian tersebut Ummu Kultsum selamat dari kesulitan hidup bersama pembawa kayu bakar (istri Abu Lahab), begitu pula dengan Ruqayyah.

Saudaranya Ruqayyah dinikahi oleh Utsman bin Affan, selanjutnya Ruqayyah Hijrah ke Habsyah.

Maka tinggalah Ummu Kultsum dan Fatimah di rumah ayahnya yaitu Rasulullah di Makkah ikut membantu ibunya yaitu Khadijah mengahadapi beratnya kehidupan dan ikut meringankan gangguan orang-orang musyrik yang ditujukan kepada kedua orang tuanya.

Ujian berat telah datang selama tiga tahun umat Muslim mendapatkan pemboikotan dari kaum kafir Quraisy. Pada saat itulah sang ibunda sakit karena pemboikotan tersebut. Sedangkan Fatimah saat itu masih kecil sehingga butuh penjagaan dari Ummu Kultsum.

Setelah pemboikotan berakhir Ummu Kultsum kembali diuji dengan meninggalnya ibuda tercinta Khadijah.
Kaum Muslim hijrah ke Madinah, sedangkan Ummu Kultsum dan Fatimah tetap menetap di Makkah setelah akhirnya Rasulullah mengutus Zaid bin Haritsah untuk menjemput Ummu Kultsum dan Fatimah menuju Madinah.

Namun untuk yang kesekian kalinya Ummu Kultsum kembali harus menyaksikan kepedihan, setelah peristiwa pemboikotan, ditinggal oleh ibundanya, dan saat ini dia harus ditinggal oleh kakak tercintanya yaitu Ruqayyah.

Itulah ujian yang harus Ummu Kultsum lewati bahkan belum ujian-ujian lainnya yang harus dihadapinya. Namun itulah Ummu Kultsum dengan kebaikannya itu Rasulullah menikahkan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan seorang laki-laki yang menjadi khalifah Rasyidin ketiga. Bahkan kebaikannya itu melebihi kebaikan Hafshah.

“Hafshah akan dinikahi oleh orang yang lebih baik daripada Utsman dan Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik daripada Hafshah.” (HR. Bukhari) []

Sumber: Mereka Adalah para Shahabiyat/ Penulis: Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, dkk/ Penerbit: At-Tibyan/ Juli, 2012

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline