Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kenyang Sebabkan Kematian Terbesar?


Dikisahkan bahwa suatu ketika ada seorang tabib bangsa Arab bernama Al-Harits bin Kaladah yang berkata, “Yang menyebabkan kematian manusia dan membunuh tujuh yang ada di alam adalah memasukkan makanan setelah makanan sebelum mengunyahnya. Andai penghuni kubur ditanya apa yang menyebabkan ajal mereka sampai, niscaya mereka akan menjawab, “Terlalu kenyang ketika makan.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri juga menganjurkan makna di atas dalam beberapa hadits seperti yang diriwayatkan oleh Miqdam bin Ma’di Karib ra, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Tak ada wadah yang kalau dipenuhi akan lebih berbahaya bagi keturunan Adam melebihi perutnya sendiri. Cukuplah beberapa suap (dalam satu riwayat beberapa kali makan) agar dia bisa menegakkan tulang punggungnya. Kalau seorang manusia ingin makan lebih dari itu maka hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Thabrani)

Ada seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang masuk menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya, “Tahan sendawamu karena orang yang paling kenyang di dunia akan paling lapar di hari kiamat.”

Perawi hadits ini mengatakan, “sahabat tersebut (dalam beberapa jalur disebutkan bahwa dia adalah Juhaifah) tidak pernah makan sampai perutnya penuh sampai dia meninggal dunia. Kalau dia makan siang maka dia tidak makan lagi di malam harinya dan kalau dia makan malam maka siangnya dia tidak lagi makan.”

Para salaf kita yang shalih sudah mengetahui betapa banyak makan dapat mengganggu aktifitas untuk bangun malam dan melaksanakan shalat tahajud. Maka dari itu, Hasan Al-Bashri mengatakan, “Siapa yang Allah berikan taufiq untuk ibadahnya maka dia tidak akan makan sampai kekenyangan. Siapa yang bisa mengendalikan perutnya maka dia bisa memiliki amal-amal shalihnya.”

Abu Ubaidah Al-Khawwash mengatakan, “Kematian kalian ada dalam kenyang dan penjagaan kalian ada dalam rasa lapar. Kalau kamu kenyang maka kamu akan merasa berat beraktifitas sehingga tertidur dan musuh bisa menyergap kalian. Tapi kalau kalian makan seadanya saja maka kalian akan selalu waspada terhadap musuh.”

Asy-syafi’i rahimahullah berkata, “Selama 16 tahun aku tak pernah kenyang kecuali sekali, karena kenyang itu membuat badan terasa berat dan menghilangkan kecerdasan, mendatangkan kantuk dan melemahkan orang dalam beribadah.”

Tahajjud Orang-Orang Shaleh: Kisah Malam2nya para shalihin dan tahajjudnya / Penulis: Ahmad Musthafa Qasim Ath Thahthawi/ Khalis Media, 2010

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline