Foto: Free Vector

Kendi Air Bekas Rasulullah

Ummu Amir Fukaihah binti Yazid bin Sakan al-Anshari al-Asyhaliyyah bercerita:

Aku melihat Rasulullah sedang mendirikan shalat maghrib di masjid kami –Bani Abdil Asyhal–. Lalu aku pulang dan kembali lagi dengan membawakan untuk beliau roti dan tulang yang masih ada dagingnya.

“Makanlah, wahai Rasulullah.” ucapku.

Kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, “Makanlah dengan mengucapkan basmalah.”

Lalu Rasulullah makan beserta para sahabat dan juga ditemani penduduk sekitar yang hadir. Sungguh aku masih melihat daging yang masih tersisa, dan juga roti yang masih banyak, padahal jumlah mereka empat puluh orang. Kemudian Rasulullah minum air dari kendi yang terbuat dari kulit lalu pergi. Aku mengambil kendi tersebut dan mengolesinya dengan minyak, kemudian menyimpannya. Kami biasa memberikan air dari bekas kendi Rasulullah kepada orang yang sedang sakit. Terkadang kami juga minum menggunakan kendi tersebut dan mengharapkan keberkahan. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 176, 177.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline