Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kenapa Kau Bertengkar dengan Istrimu?

Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ mengisahkan, laki-laki buta itu biasa berjalan menuju masjid tanpa dipandu tongkat selayaknya penyandang tunanetra pada umumnya. Jatuh cintanya yang amat pada shalat jamaah telah meruntuhkan rasa khawatir akan celaka akibat sikap pasrahnya itu.

Namun musibah tak bisa ditolak. Suatu hari laki-laki tersebut terjatuh di jalan hingga kepalanya terluka. Perjalanan menuju masjid gagal. Ia harus dibawa kembali ke rumah untuk istirahat.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah peribahasa yang mewakilkan keadaan laki-laki buta itu. Di rumah, laki-laki buta yang kini kepalanya terluka itu malah mendapatkan ucapan yang tidak menyenangkan dari istrinya.

“Beginilah akibatnya. Padahal, shalat jamaah itu tidak wajib!” sergah istrinya.

“Meski telah mengambil cahaya bola mataku, tapi Allah tetap memelihara cahaya hatiku. Aku sanggup tidak absen dari shalat jamaah,” jawabnya.

Malam harinya, tidur si lelaki buta terasa spesial. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjumpainya dalam mimpi.

“Kenapa kau bertengkar dengan istrimu?” tanya Nabi.

“Karena mengikuti sunnahmu, ya Rasulullah.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lantas mengusapkan tangannya di atas mata laki-laki itu. Seketika penglihatan si buta pulih. Berkah tangan mulia Nabi dan sunnahnya memancarkan keajaiban bagi cahaya matanya yang tertutup sekian lama. []

Baca juga: 12 Pelajaran dan Faedah Hadis yang menceritakan Tentang Bapaknya Manusia

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline