Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Imarah bin Al-Walid, di mana ia pergi membawa banyak hadiah bersama Amru bin Al-Ash kepada raja An-Najasyi, penguasa Habasyah untuk meminta kembali kaum Muhajirin seperti Ja’far bin Abi Thalib bersama para sahabatnya. Ia meninggal di sana dalam keadaan kafir beberapa lama sebelum tahun pertama Hijriyah. Ayahnya Al-Walid bin Al-Mughirah merupakan orang terkaya di antara kaum Quraisy.

BACA JUGA: Wahai Rasulullah, Apa yang Dikatakan Berhala Tersebut? (1)

Disebutkan bahwasanya ia membangun salah satu sudut Ka’bah yang empat itu dari hartanya sendiri, tepatnya ketika kaum Quraisy menghancurkan Ka’bah dan merenovasinya kembali, dan beberapa kabilah lainnya berpartisipasi dalam pembangunannya.

Pada musim-musim haji, ia membuat dan mempersiapkan konsumsi dan berbagai makanan lainnya. Setiap hari, ia menyembelih sepuluh ekor unta selama musim haji empat puluh hari di Makkah. Kafilah dagangnya menyediakan seratus ekor unta.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, “Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yangAku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, dan anak-anak yang selalu bersama dia. Dan Ku lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya. Kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), Karena Sesungguhnya dia menentang ayat-ayat kami (Al-Qur’ an). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

Kemudian dia memikirkan.

Sesudah itu dia bermasam muka dan merengut. Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.

BACA JUGA: Kalau Kau Tidak Takut Akan Api Neraka, Lalu Kenapa? (Bagian 1)

Lalu dia berkata, “(Al-Qur’ an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

Sagar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga).” (Al-Muddatstsir 11-30) []

Sumber: Khalid Bin Al-Walid: Panglima Yang Tak Terkalahkan/Karya: Manshur Abdul Hakim/Penerbit: Dar Al-Kitab Al-Arabi/2010

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More