Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kehidupan Rumah Tangga Ali dan Fatimah (Bagian 2 Habis)

0 75

Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Ali segera keluar rumah dengan maksud menemui Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi di tengah perjalanan ia bertemu seorang badui yang sedang menuntun seekor unta. Si Badui yang tidak dikenalnya itu berkata, “Wahai Abul Hasan, belilah unta ini!”

Ali berkata, “Aku tidak mempunyai uang.”

Si Badui itu berkata lagi, “Belilah dengan tempo.”

Ali berkata, ‘Berapa?”

BACA JUGA: Kehidupan Rumah Tangga Ali dan Fatimah (Bagian 1)

“Seratus dirham!” Kata si Badui itu.

“Baiklah,“ Kata Ali, “Kubeli seharga seratus dirham dengan tempo.”

Si Badui menyerahkan unta tersebut kepadanya dan berlalu pergi. Ali tidak tahu apa yang harus dilakukannya dengan unta itu, tetapi ia menuntunnya begitu saja. Tetapi belum jauh berjalan tiba-tiba muncul seorang badui lain menghampirinya, dan berkata, “Wahai Abul Hasan, apakah engkau ingin menjual unta ini?”

Tanpa berfikir panjang, Ali berkata, “Ya!”

“Berapa?”

“Tigaratus dirham.” Kata Ali.

“Baiklah, kubeli seharga tigaratus dirham.”

Kemudian si Badui yang juga tidak dikenalinya itu membayar kontan tigaratus dirham, dan membawa pergi unta tersebut. Ali sangat gembira, segera ia membeli beberapa bahan makanan untuk keluarganya kemudian pulang. Kali ini Fathimah menyambutnya dengan tersenyun, dan berkata, “Wahai Abul Hasan, apa yang terjadi kali ini?”

Dengan gembira Ali berkata, “Wahai putri Rasulullah, kubeli unta seharga seratus dirham dengan tempo, dan kujual lagi dengan kontan seharga tigaratus dirham!!”

Fathimah berkata, “Aku mendukung sikapmu itu.”

Beberapa lama kemudian, Ali pergi menemui Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan niat sebelumnya. Begitu ia masuk masjid, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum kepadanya dan bersabda, “Wahai Abul Hasan, engkau yang bercerita, atau aku saja yang bercerita?”

Tanpa tahu maksudnya, Ali berkata, “Wahai Rasulullah, engkau saja yang bercerita!”

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbahagialah engkau, Abul Hasan, engkau telah meminjamkan enam dirham kepada Allah, maka Allah memberimu tigaratus dirham. Setiap dirhamnya dibalas dengan limapuluh kali lipatnya. Orang Badui yang pertama menjumpaimu adalah Malaikat Jibril, sedang yang kedua adalah Malaikat Mikail!!”

BACA JUGA: Penghujung Hayat Fatimah Az-Zahra

Malaikat-malaikat yang membantu manusia, tentunya atas seijin dan perintah Allah subhaanahu wa ta’ala, mungkin tidak hanya terjadi pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau seperti kisah di atas, atau juga pada Perang Badar, Hunain dan beberapa peristiwa lainnya. Bisa saja itu terjadi di antara kehidupan kita sehari-hari, bisa dalam bentuk seseorang yang tidak dikenali, yang memberikan bantuan seperti peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abi Thalib. Atau mungkin seseorang yang dikenali memberikan bantuan, tetapi sebenarnya ybs. tidak melakukannya. Hanya saja Allah memerintahkan malaikat untuk menyerupakan diri dengan orang tersebut untuk memuliakannya, seperti yang terjadi pada seorang tabi’in bernama Abdullah bin Mubarak. Wallahu A’lam. []

Sumber: Kisah Teladan Islami/ Turi Putih, 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline