Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kegembiraan yang Dirasakan Iblis Ketika Adam dan Hawa di Surga

0

Ketika Adam dan Hawa berada di surga, Allah subhaanahu wa ta’ala memberikan kebebasan untuk melakukan apa saja yang mereka senangi. Namun, Allah subhaanahu wa ta’ala berpesan bahwa ada salah satu pohon yang tidak boleh di dekati oleh mereka apalagi sampai memakan buahnya. Apabila mereka mendekati pohon itu, maka mereka tidak akan tahan untuk memakannya. Dan apabila mereka memakannya, berarti mereka telah melanggar perintah Allah subhaanahu wa ta’ala. Dan Allah berfirman,

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-A’raf: 19)

Ketika Adam dan Hawa melanggar perintah Allah subhaanahu wa ta’ala, maka mereka akan menjadi orang yang telah menganiaya dirinya sendiri dan akan mendapatkan balasan berupa hukuman di keluarkan dari surga-Nya Allah subhaanahu wa ta’ala.

Mendengar hal itu, Iblis sangat gembira hatinya. Ia merasa mendapatkan jalan dalam menemui Adam dan Hawa, mereka kemudian diajak berbicara dan dibujuk untuk memakan buah dari pohon larangan Allah subhaanahu wa ta’ala tersebut. Dan Allah berfirman,

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” (Q.S. Al-A’raf: 20)

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

“Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.” (Q.S. Al-A’raf: 21)

Wallahu A’lam. []

Sumber: Kisah 25 Nabi & Rasul

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline