Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kecintaan Abu Bakar yang Membuatnya Tabah

Tatkata orang-orang kafir yang akan membunuh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam tidak menemukan beliau di rumahnya, dan yang ada hanya Ali bin Abi Thalib, mereka langsung kembali dan rapat menentukan langkah mengejar Rasulullah untuk dibunuh.

Setelah musyawarah berjalan sampai tiga hari, barulah mereka menyebar ke seluruh penjuru kota Mekah. Untuk menyelamatkan diri dari pengejaran mereka, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur.

Sewaktu hendak masuk gua, Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, biar aku dulu yang masuk ke dalam gua ini sekaligus membersihkan dan menutupi lubang yang ada di dalamnya barangkali ada hewan-hewan liar, maka aku bisa mengeluarkannya.”

Usulan Abu Bakar akhirnya disetujui oleh beliau. Memang benar, saat itu gua Tsur menjadi sarang binatang liar seperti kalajengking, ular, dan binatang berbisa lainnya. Jarang sekali orang berani masuk ke dalam gua tersebut.

Abu Bakar memasuki gua Tsur dengan perlahan tapi penuh kewaspadaan. Abu Bakar menutupi setiap tubang dengan kain yang ada, kecuali tinggal satu lubang yang tidak ditutupi karena kainnya sudah tidak ada lagi. Kemudian Rasulullah dipersilakan masuk. Karena tedalu letih sehabis perjalanan dikejar orang-orang kafir, Rasulullah langsung tidur dan Abu Bakar menguatkan diri menjaga terhadap kemungkinan adanya bahaya jika sekali-kali ada orang kafir masuk atau binatang berbisa menggigit Rasulullah.

Tepat sekali, di saat Rasulullah sedang tidur dengan nyenyaknya, tiba-tiba ular berbisa hendak keluar dari sarangnya lalui satu lubang yang tidak ditutupi Abu Bakar tadi, ia mengkhawatirican keselamatan Rasulullah, dan demi menyelamatkannya ia menutupi lubang tersebut dengan telapak kakinya.

Tentu saja telapak kaki Abu Bakar digigit oleh ular berbisa tadi. Dalam sekejap, racun yang dikeluarkan ular tadi sudah merasuk ke dalam tubuh Abu Bakar. Meskipun dirinya sangat kesakitan ia tidak bergeser sedikit pun dari duduknya. Benar-benar ini dilakukan agar tidak membangunkan Rasulullah, akhimya dengan menahan rasa sakit yang pedih sekali, ia mulai lemas, lunglai serta berupaya tidak bersuara dengan menggigit bibimya.

Dengan menahan air mata yang mengucur, akhirnya air matanya terjatuh pula tepat ke wajah Rasulullah sehingga beliau terbangun dari tidurnya. Beliau terkejut sekali dan bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang menyebabkan engkau menangis?”

Abu Bakar menjawab, “Ular di lubang ini yang menggigit kaki-ku.”

Mendengar jawaban itu Rasulullah segera memeriksa telapak kaki Abu Bakar, kemudian meludahinya. Dari sini terjadi keanehan dimana Abu Bakar yang sedang kejang-kejang kesakitan, dalam sekejap saja nyeri dan sakit yang dideritanya menjadi sirna. []

Sumber: Raja Dalam Gentong/ Penulis: Great Kids/ Penerbit: Galang Press, 2010

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More