Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kebaikan dan kelembutan Rasulullah terhadap Ibu Asuhnya

0 1

Suatu hari di masa paceklik, Halimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta bantuan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Khadijah kemudian memberinya 20 ekor unta dan 20 ekor kambing untuk dibawa pulang.

Pada kesempatan yang lain, Halimah pernah datang menemui Rasulullah. Sebagaimana menyambut ibu yang mulia, di depan para sahabat, Rasulullah membuka serbannya dan menggelarnya untuk alas duduk Halimah. Betapa tingginya kedudukan Halimah bagi Rasulullah.

BACA JUGA:Rasulullah: Hari Ini Adalah Hari Kebaikan dan Kejujuran

Selain Halimah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga diasuh oleh Ummu Aiman, budak Abdullah bin Abdul Muthalib, ayahnya. Bersama Aminah, Ummu Aiman mengurus semua keperluan Rasulullah. Ketika Aminah wafat, Ummu Aiman tetap mengasuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam di rumah kakeknya. Tak heran betapa dekatnya hubungan beliau dengan Ummu Aiman. Beliau selalu menyempatkan diri menjenguk Ummu Aiman.

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengunjunginya, namun beliau tak mau meneguk minuman yang telah dihidangkan, entah karena sedang puasa atau memang tak suka. Tanpa peduli siapa yang dihadapinya, Ummu Aiman mengomeli Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam karena kesal. Beliau diam saja menerima omelan ibu angkatnya itu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun berusaha semampunya menyenangkan hati Ummu Aiman. Beliau memberikan kebunnya di Madinah untuk Ummu Aiman yang memang menginginkannya.

Ada pula nama Fathimah binti Asad, sebagai ibu angkat Rasulullah. Wanita ini adalah istri Abu Thalib, paman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sejak Abdul Muthalib wafat, Fathimahlah yang menjaga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Ummu Aiman. Dia tak membedakan beliau dengan anak-anak kandungnya, bahkan dia lebih menyayangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dibandingkan anak-anak kandungnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sering mengunjungi dan memberi Fathimah berbagai hadiah yang menyenangkan hatinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam diliputi kesedihan saat Fathimah wafat. Sebagai bentuk kasih dan penghormatan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masuk ke liang kubur Fathimah. Beliau melepaskan gamisnya lantas diselimutkannya ke jenazah Fathimah, lalu merebahkan diri di dalam kubur di sisi Fathimah.

BACA JUGA: Ini Bukanlah Kebaikan yang Murni dan Sejati

“Kupakaikan gamisku kepadanya supaya dia memakai pakaian surga. Aku merebahkan diri di sisinya agar dia diringankan dari siksa kubur. Selain Abu Thalib, tiada yang perlakuannya lebih baik terhadapku dari pada dirinya” Tutur Rasulullah. []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline