Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Karena Setiap Manusia Dihampiri Setan

0

Ini merupakan kisah hikmah yang bisa kita ambil pelajaran di dalamnya. Suatu ketika seorange anak lelaki bernama Utsman berkata, “Ayah, sesungguhnya zikir mengingat Allah adalah sesuatu yang luar biasa dan karakteristik orang-orang Islam. Karena itu, zikir harus menyertai mereka. Aku melihat ayah senantiasa banyak berzikir menyebut nama Allah dalam dua hal.”

“Anakku, dengan berzikir kepada Allah kamu dalam perlindungan dan pengawasan-Nya. Zikir itu kebiasaan orang muslim dan simbol orang mukmin. Akan tetapi, dua hal apa yang kamu maksud, Utsman?” tanya sang Ayah.

“Yang kumaksud adalah zikir ketika Ayah masuk rumah dan hendak makan.”

“Pengamatanmu memang benar, Nak. Karena Rasulullah telah menganjurkan kita untuk melakukannya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, `Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya lalu berzikir mengingat Allah saat memasukinya dan saat makan, maka setan berkata kepada temannya, `Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian. Dan apabila ia tidak berzikir mengingat Allah saat memasuki rumahnya, setan berkata, `Kalian mendapatkan tempat bermalam. Dan apabila ia tidak berzikir mengingat Allah sebelum makan, setan berkata, `Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.”

“Benar, Ayah. Semoga Allah senantiasa menjagamu.”

“Ayah akan menceritakan kepadamu tentang dua sikap Nabi yang menjelaskan tentang apa yang mesti kamu kerjakan jika kamu makan.”

“Sebelumnya aku ucapkan terima kasih, Ayah. Aku akan menyimaknya dengan baik.”

Sang ayah lantas bercerita. Hudzaifah bin al-Yamani, pemegang rahasia Rasulullah, meriwayatkan bahwa ia pernah menghadiri jamuan makan bersama Rasulullah. Maka tidak diperbolehkan mengawali mengambil makanan kecuali yang lebih tua dan terhormat di antara mereka terlebih da-hulu mengambil makanan. Inilah salah satu etika dalam perjamuan makan bersama. Karena itulah tak ada seorang pun mengambil makanan duluan. Mereka menunggu Rasulullah untuk mengambil makanan terlebih dahulu. Setelah itu, giliran mereka yang mengambil makanan. Sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di atas makanan, datang seorang budak perempuan yang hendak mengambil makanan tanpa membaca basmalah. Beliau lantas memegang tangan anak perempuan itu lalu menjauhkannya dari makanan. Lalu datanglah seorang Badui yang tergesa-gesa hendak mengambil makanan tanpa membaca basmalah. Kemudian Rasulullah memegang tangan badui itu agar tidak menjamah makanan. Budak perempuan itu dan si Badui lantas memandang Rasulullah karena tidak menyukai sikap beliau.

Sehubungan dengan ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Sesungguhnya setan akan menganggap halal makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan itu telah datang membawa budak perempuan ini untuk merebut makanan melalui dirinya, maka aku mengambil tangannya. Kemudian datang lagi setan membawa seorang Arab Badui untuk merebut makanan melalui dirinya, maka aku pun mengambil tangannya. Demi Zat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tangan setan kupegang bersama kedua tangan dua orang ini.” Kemudian beliau menyebut nama Allah lalu beliau makan, dan orang-orang pun turut makan.

“Apakah cukup satu orang di tengah jamuan makan itu yang membaca basmalah lantas setan lari?” tanya sang anak setelah menyimak kisah tersebut.

“Setiap orang hendaklah membaca basmalah sebelum makan, karena setiap manusia dihampiri setan,” kata sang Ayah. Sang Ayah melanjutkan, “Adapun sikap yang kedua, anakku, jika kamu lupa mengingat Allah sementara kamu terlanjur makan, maka sebutlah nama-Nya tatkala kamu mengingat-Nya. Diriwayatkan dari Umayyah bin Makhsyi bahwa Rasulullah pernah dibuat tertawa oleh seseorang, lalu para sahabat bertanya, `Ya Rasul, kenapa engkau tertawa?’

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, `Tidakkah kalian melihat lelaki ini yang sedang makan? Ia tidak membaca basmalah, maka setan terus ikut makan bersamanya sehingga makanan itu hanya tersisa sesuap lagi, Tiba-tiba ia teringat lalu mengucapkan, `Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir makan: Lalu ia mengangkat suapan terakhir itu ke dalam mulut-nya. Ketika setan mendengar lelaki itu menyebut nama Allah, setan itu memuntahkan apa yang ada di perut-nya. “Nak, bersyukurlah atas karunia dan kebaikan Allah niscaya kamu berada di jalan Rasulullah. Ketahuilah Nak, tatkala beliau mengangkat hidangannya (selesai makan), beliau mengucapkan, `Segala puji hanya milik Allah, dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi,yang tidak pernah dianggap cukup, tidak ditinggalkan, dan tidak dianggap tidak perlu, wahai Rabb kami.’

“Dalam kesempatan lain, beliau bersabda, `Barang siapa yang selesai memakan makanan, lalu mengucapkan, `Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan merezekikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.”‘ []

Sumber: Cerita-cerita Memikat dari Sahabat/ Penulis: Dr. Utsman Qadri Mukanisi/ Penerbit: Qalam, 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline