Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Kalung yang Tidak Pernah Kulepas

0

Umayyah binti Qais menuturkan: Aku mendatangi Rasulullah bersama para wanita dari kabilah Ghifar. Kami pun berkata padanya, “Wahai Rasulullah, kami ingin pergi bersamamu menuju Khaibar untuk mengobati yang terluka dan membantu kaum Muslimin.”

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian.” jawab Rasulullah.

Kami pun pergi, dan pada saat itu aku masih kecil. Rasulullah memboncengku dan aku duduk di atas tasnya. Ketika beliau turun untuk melaksanakan shalat subuh dan menundukan untanya, aku pun turun. Pada saat itu ada darah yang keluar dariku, dan ternyata itulah darah haid pertamaku yang keluar.

Aku pun bersandar pada unta beliau karena merasa malu. Ketika Rasulullah melihat apa yang terjadi padaku dan melihat ada darah yang keluar, ia berkata, “Kenapa dengan dirimu? Sepertinya engkau haid?”

Aku menjawab, “Ya benar.”

Beliau berkata, “Bersihkan dirimu, ambil bejana berisi air, dan taburkan garam di dalamnya. Kemudian cucilah bagian dari tas yang terkena darah. Setelah itu, kembalilah ke kendaraanmu.”

Umayyah binti Qais berkata, “Ketika berhasil menaklukan Khaibar, Rasulullah memberi kami harta fai’. Beliau mengambil kalung yang sekarang ada di leherku, beliau memberikannya padaku beliau juga yang mengalungkannya di leherku dan tidak pernah aku lepas.”

Kalung tersebut Umayyah pakai hingga ia meninggal. Ia juga berwasiat agar kalung itu dikuburkan bersama dirinya. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 196, 197.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline