Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Jin yang Membantu Dakwah Rasulullah (Bagian 2 Habis)

0 4

Pada hari yang lain, Rasulullah pun berangkat menuju ke tempat perkumpulan orang-orang kafir yang hendak menunjukkan kehebatan patung yang dapat berbicara itu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seseorang yang mengucapkan salam kepadanya. Orang tersebut memakai jubah hijau dan berkendaraan kuda jantan.

Setelah salamnya di jawab oleh Rasulullah, beliau lantas bertanya, “Wahai penungang kuda, siapakah kamu sebenarnya? Aku sangat heran mendengar salammu kepadaku.”

Jawab si penunggang kuda, “Aku adalah anak keturunan jin. Namaku Muhair bin Habbar. Aku telah masuk Islam sejak zaman Nabi Nuh a.s. Aku bertempat tinggal di Bukit Thursina, tetapi telah lama aku mengembara. Ketika aku pulang, aku mendapatkan istriku sedang menangis sehingga aku menanyainya. Ia menjawab bahwa setan Musfir telah berbuat dusta terhadap Nabi Muhammad. Apakah engkau tidak mengerti? Kemudian, aku mencari setan Musfir tadi dan akhimya aku menemukannya di antara bukit Shafa dan Marwa. Setelah aku menemukannya, lalu aku berkelahi dengannya dan aku telah berhasil membunuhnya. Setan Musfir itu berbentuk anjing dan aku telah berhasil mematahkan kepalanya. Ini bekas darah yang mengucur dari kepalanya!” kata jin itu panjang lebar.

Sesudah mendengar penuturan jin tadi, Rasulullah kemudian mendoakannya dengan doa kebaikan.

Selanjutnya, jin itu berkata lagi, “Ya Rasulullah, apa yang harus aku lakukan sekarang ini, apakah aku harus merasuk ke dalam tubuh patung itu dan mengejek orang-orang kafir?”

“Baiklah kalau itu memang maumu dan cara yang baik untuk menyadarkan mereka.” jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Seperti hari-hari yang lalu, kali ini pun orang-orang kafir berkumpul dan menghiasi patung mereka dengan beraneka warna pakaian yang sangat mewah. Kemudian, mereka menyembahnya dengan khusyu dan hormat sekali. Mereka meminta kepada patung untuk membuktikan kep’ada Muhammad sekali lagi bahwa Muhammad adalah seorang pembohong.

Setelah mereka menyembah sambli merendahkan diri, tiba-tiba patung itu pun berbicara, “Wahai penduduk Mekah! Ketahuilah sesungguhnya Nabi Muhammad ini adalah benar dan Muhammad mengajak kepada kalian untuk melakukan kebenaran. Sedangkan kalian semua serta berhala yang kalian sembah ini adalah batil. Jika kalian tidak beriman kepada Muhammad serta tidak membenarkannya, kalian akan masuk ke dalam neraka Jahannam selamanya!”

Betapa terkejutnya orang-orang kafir yang ada di situ karena patung yang mereka sembah tidak mengucapkan kata-kata seperti yang mereka harapkan. Kejadian tersebut membuat banyak orang yang bimbang sehingga beberapa di antaranya mulai mempercayai kenabian Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Sedangkan, Abu Jahal dengan perasaan marah yang meluap, segera mendekati patung tersebut dan membantingnya hingga berkeping-keping. Tidak puas hanya dengan berbuat begitu, kepingan patung itu kemudian dlinjak-injak, diktunpulkan, kemudian dibakamya.

Berbeda halnya dengan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam pulang dengan perasaan lega. Sedangkan, jin Muhair bin Habbar yang telah diganti namanya oleh Rasulullah dengan nama baru “Abdullah bin Abhar” segera pergi dari tempat itu. Letak mukjizatnya di sini adalah, seorang manusia mampu berkomunikasi dengan baik dengan makhluk halus, yang pada saat itu hanya bisa dilakukan oleh manusia berkat pertolongan langsung dari Tuhannya. []

Baca juga: Tatkala Iblis Membawa Bintang Api, Ini yang Rasulullah Lakukan untuk Mengusirnya

Sumber: 50 mukjizat Rasulullah/Penulis: Fuad Kauma/Penerbit: Gema Press,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline