Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Jin yang Membantu Dakwah Rasulullah (Bagian 1)

Pada mulanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan dakwah dengan sembunyi-sembunyi, hanya terbatas pada kaum kerabat dari Bani Hasyim saja. Namun, ketika turun firman Allah yang disampaikan melalui Jibril, yakni surah al-Muddatstsir ayat 1-10, yang mengimbau kepada beliau agar berdakwah dengan terang-terangan, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun memulai dakwahnya dengan terbuka.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memulai dakwah terbukanya dengan mengumpulkan penduduk Quraisy untuk berkumpul di bukit Abu Qubays. Kemudian, beliau sendiri yang menyeru kepada umatnya untuk meninggalkan kesesatan mereka dengan menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri.

Beliau berkata kepada kaum Quraisy, “Wahai kaum Quraisy, katakanlah bahwa tiada tuhan selaln Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya!”

Ketika orang-orang kafir Quraisy mendengar seruan dakwah beliau, mereka segera pergi dengan bersungut-sungut. Sebagian dari mereka yang marah dan emosi karena tuhan-tuhan mereka diejek sedemikian rupa oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, segera mengadakan pertemuan di Darun Nadwah untuk membicarakan masalah yang menggemparkan ini. Mereka bermusyawarah untuk menyakiti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam karena beliau dianggap oleh mereka telah mencerca patung sesembahan mereka dengan mengajaknya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Kata mereka, “Muhammad telah mencerca Tuhan kita. Ia mengajak kita untuk ikut menyembah Tuhannya. Bagaimanakah cara kita untuk memperdayanya?”

Dalam Darun Nadwah tersebut berkumpul gembong-gembong kafir Quraisy, seperti al-Walid ibnul-Harits, Shafwan bin Umayah, Kaab bin Asyraf, dan lain-lain yang sangat marah pada Muhammad.

Mereka berkata, “Muhammad mengajak kita untuk menyembah Tuhan yang tidak bisa kita lihat sehingga dia mencerca tuhan-tuhan kita!”

“Apa yang dikatakan Muhammad tidak lain hanyalah untuk mencari harta dan kedudukan!” sambung yang lain.

Semua mencaci dan memperolok-olok beliau. Ketika pertanyaan itu jatuh kepada al-Wal. d ibnul-Harits, ia menjawab, “Aku tidak mempunyai pendapat apa-apa tentang ajakan Muhammad pada kita!”

Jawaban al-Walid yang bemada membela beliau, menimbulkan salah paham di antara mereka sehingga mereka menyatakan bahwa al-Walid telah menjadi pengikut Muhammad. Oleh karena itu, mereka beramai-ramai memperolok, mengejek, serta mencaci maki al-Walid ibnul-Harits.

Ejekan mereka membuat al-Walid ibnul-Harits naik pitam sehingga dengan lantang ia berkata, “Tangguhkanlah penghinaan kalian selama tiga hari!”

Al-Walid ibnul-Harits adalah salah seorang kafir Quraisy yang kaya raya. Harta bendanya berlimpah karena ia me-rupakan seorang pedagang yang berhasil. Ia juga mempunyai berhala sesembahan yang berjumlah dua buah. Berhala itu terbuat dari campuran emas dan perak. Berhala tersebut dihiasi dengan intan dan mutiara sehingga tampak indah dan mewah.

Berhala tersebut oleh al-Walid ditempatkan pada sebuah rumah yang terpisah dari rumahnya sendiri. Ia pergi dari rumahnya selama tiga hari penuh, hanya untuk menyembah berhalanya karena ia ingin menngetahui persoalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan sebenamya.

Selama tiga hari berturut-turut, tanpa makan dan minum, ia menyembah berhalanya dengan harapan berhalanya tersebut dapat berbicara dan memberitahukan tentang persoalan Muhammad.

Read More

Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan

Ia berkata kepada berhala, “Aku telah menyembahmu berdua selama tiga hari. Maka, aku sangat berharap kepadamu untuk memberitahukan kepadaku tentang perkara Muhammad!”

Kesempatan ini dipergunakan oleh setan untuk merasuk ke dalam tubuh patung tadi dan menggerakkan mulut patung itu untuk mengeluarkan suatu perkataan, “Sesungguhnya Muhammad itu bukanlah seorang nabi maka kamu jangan membenarkan apa yang ia katakan!”

Al-Walid menyangka bahwa patung itu benar-benar dapat berbicara dan memberitahukan tentang Muhammad. Ia sangat gembira sehingga terus keluar dan berteriak untuk memberitahukan masalah tersebut kepada kaum Quraisy. Setelah mendengar apa yang dikatakan al-Walid, mereka pun turut bersuka ria karena dianggapnya telah bisa menemukan kebohongan Muhammad lewat mulut Tuhan mereka.

Mereka berkata, “Sebaiknya masalah ini kita bicarakan saja di dekat Muhammad, biar ia tahu semuanya!”

Betapa sedih Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mendengar ejekan kaumnya.

Maka, datanglah Jibril yang memberitahu beliau, “Wahai Muhammad, kerusakan ini datangnya dari orang yang membuat perkataan, yakni al-Walid ibnul-Harits!”

Selanjutnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memberitahu apa yang telah dikatakan Jibril kepada orang-orang Quraisy. Tetapi, apa yang diberitahukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan ditertawakan oleh mereka.

Mereka tertawa terbahak-bahak untuk mengejek Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Aku tidak menghiraukan perkataan tersebut!”

Sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pergi dari tempat di mana al-Walid berada, orang-orang kafir Quraisy mengumpulkan patung-patung sesembahan mereka yang dihiasai dengan beraneka pakaian mewah.

Lalu, mereka menyembah-nyembah dan bersujud di hadapan berhala itu. Sementara, Rasulullah yang sedang bersama Abdullah bin Mas’ud duduk-duduk saja di dekat orang-orang kafir yang sedang menyembah berhala itu.

Setan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Setan tersebut mengulangi perkataan, seperti yang telah dikatakan pada berhalanya al-Walid ibnul-Harits. Sehingga, semua orang yang berada di tempat itu mendengar perkataan yang keluar dari mulut patung tersebut, tak terkecuali Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abdullah bin Mas’ud.

Abdullah bin Mas’ud yang ketakutan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa yang baru saja dikatakan oleh berhala itu?”

Jawab beliau, “Wahai Abdullah, janganlah engkau takut karena yang berkata itu adalah setan!”

Baca juga: Jin Hamah: Masih Adakah Pintu Tobat di Sisi Allah Untukku?

Sumber: 50 mukjizat Rasulullah/Penulis: Fuad Kauma/Penerbit: Gema Press,2000

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline