Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Jenazah Orang yang Punya Hutang

0

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). 

Dikisahkan, suatu ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di masjid bersama beberapa orang sahabat. Tiba-tiba datang serombongan orang membawa jenazah ke masjid, maka Nabi SAW bersabda, “Apakah ia (jenazah tersebut) meninggalkan hutang?”

Salah seorang dari mereka berkata, “Tidak, ya Rasulullah!!”

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat jenazah tersebut

Pada kesempatan lain ketika beliau sedang berada di masjid juga, beberapa orang membawa jenazah untuk dishalatkan, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah ia (jenazah tersebut) meninggalkan hutang?”

Salah seorang dari mereka berkata, “Benar, ya Rasulullah!!”

Beliau bersabda lagi, “Apakah ia meninggalkan sesuatu (untuk membayar hutangnya)?”

“Ada, ya Rasulullah, tiga dinar!!” Kata salah seorang dari mereka.

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat jenazah tersebut.

Pada kesempatan lain lagi ketika beliau sedang berada di masjid juga, beberapa orang membawa jenazah untuk dishalatkan, maka Nabi SAW bersabda, “Apakah ia (jenazah tersebut) meninggalkan hutang?”

“Benar, ya Rasulullah!!” Kata salah seorang dari mereka.

Beliau bersabda lagi, “Apakah ia meninggalkan sesuatu (untuk membayar hutangnya) ?”

“Tidak, ya Rasulullah!!”

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat, “Shalatkanlah kawanmu ini!!”

Tetapi beliau sendiri tidak ikut shalat jenazahnya.

Dalam riwayat lainnya disebutkan, ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat menyalatkan tanpa beliau mengikutinya, Ali bin Abi Thalib berkata, “Wahai Rasulullah, biarlah hutang jenazah tersebut saya yang menanggungnya!!”

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat jenazahnya.

Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih) 

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline