Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Jawaban Khadijah pada Nabi

0

Beberapa hari sebelum pernikahan, Khadijah pada Nabi: “Wahai Muhammad, sungguh demi Allah, Engkau harus tahu bahwa aku ingin menikah denganmu bukan karena berharap sesuatu. Aku melakukannya karena kukira Engkau adalah nabi yang akan diutus, rasul yang kedatangannya ditunggu dan diberitakan oleh para rahib dan pendeta. Dan jika hal itu benar, aku berharap Engkau tidak menyia-nyiakan perbuatanku, ajaklah aku kepada Tuhan yang kelak akan mengutusmu itu.”

Nabi Muhammad menjawab, “Aku tidak tahu kebenaran ucapanmu itu, wahai Khadijah. Namun, demi Allah, jika benar aku menjadi seperti yang kau kira, aku tentu tidak akan menyia-nyiakanmu sampai kapan pun. Dan jika tidak, maka Tuhan yang Engkau telah berbuat kebaikan ini karenaNya, pasti tidak akan pernah menyia-nyiakanmu.”

Setelah menikah, pada masa-masa tersulit keduanya, masa ketika Nabi dan seluruh keluarganya diasingkan kaum Quraiys. Hingga tak ada makanan yang dapat mereka peroleh kecuali dengan sembunyi-sembunyi. Tidur pun hanya beralas tikar pelepah kurma, yang tak cukup menghangatkan tubuh di musim dingin. “Aku merasa malu kepadamu, wahai Khadijah,” sang Suami membuka percakapan.

Related Posts

Kekuatan Cinta Zainab dan Abul ‘Ash di Atas Agama Tauhid

“Mengapa kau merasa begitu, wahai Rasulullah?”

“Sebab aku menikahimu dan Engkau mulia di kaummu, kini mencaci maki dirimu. Aku menikahimu, dan kau kaya raya, semua yang kau inginkan tersedia. Kini kau makan ala kadarnya bahkan seringkali harus menahan lapar untuk waktu yang lama.”

Sang istri memandang wajah suaminya penuh cinta. Mengingatkan bahwa bahagianya bukan terletak pada gelimang harta atau dianggap mulia di antara kaum yang tidak mengenal tuhannya. Bahagianya ada bersama dengan sang tercinta, bahagianya ada pada pengorbanan dalam membela agama. Maka ia pun menjawab, “Duhai Rasulullah, hilangkanlah segala perasaan itu. Engkau harus tahu, jangankan sekedar hartam sebab seluruh tenaga, waktu, rasa, hidup dan matiku telah kupersembahkan untuk Allah dan RasulNya.” []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline