Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Istri Pengganti untuk Abdullah ibn Abi Wada’ah (Bagian 2 Habis)

0 24

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”  (Qs. An-Nur: 32)

’Wahai Abdullah, engkau adalah laki-laki yang pernah menikah. Kini engkau menduda, sendirian. Karena itulah saya datangkan istri bagimu sebagaimana telah kunikahkan kepadamu, agar kau tak kesepian.’

BACA JUGA: Usman: Wanita Itu Melahirkan Anak Setelah Pernikahannya Genap 6 Bulan

Wanita yang telah disebut Ustadz ternyata telah berdiri di belakangnya, tangan putrinya itu dipegang kemudian memasukkannya ke rumah, lalu Utsadz pergi begitu saja.

Pintu itu kututup. Saya ambilkan makanan. Hanya ada roti dan minyak samin. Saya letakkan makanan itu dibawah lampu agar ia dapat melihatnya, agar ia tahu hanay itulah yang saya miliki.

Entah bagaimana perasaan saya saat itu. Saya segera naik ke loteng (atap rumah), saya lempari atap-atap rumah tetangga dengan kerikil. Itulah caraku mengumumkan pernikahan yang baru saja saya alami.

Mereka keluar dan bertanya, ‘Ada apa hai Abdullah?’

‘Duhai, saya telah dinikahkan oleh Utsadz Sa’id bin Musayyab dengan putrinya secara diam-diam hari ini. Dia telah mengantarkan putrinya ke ruamhku mala mini.’

Mereka bagai tak percaya, ‘Ustadz Sa’id mengawinkanmu?’

‘Ya, benar.’

Berduyun-duyun para tetangga berdatangan menyambut pengantin wanita. Berita kebahagiaanku sampai pula ke telinga ibuku, maka segera saja ia datang, lalu berkata kepadaku, ‘Saya bersumpah, engaku masih haram menyentuhnya sebelum saya rumat (rawat kecantikan) dia dalam waktu tiga hari.’

Saya tunggu hingga tiga hari, lalu aku menemui istriku. Duhai cantiknya ia, amat cantik. Apalagi jiwanya juga cantic. Ia hafal al-Qur’an (hafidzah), mahir tentang sunah Nabi dan terampil dalam hal kerumahtanggan.

Saya menikmati bulan madu dengan bahagia. Kurang lebih satu bulan saya tidak mengunjungi Ustadz Sa’id yang kini telah menjadi mertuaku.

Lalu saya bertandang (datang) kepadanya, ‘Assalamualaikum ya Ustadz Sa’id.’

‘Wa`alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.’

Kami tak bisa berbincang-bincang secara pribadi karena ada banyak orang di kediamannya. Ketika mereka beranjak pulang, barulah Ustadz bertanya, ‘Bagaimana istrimu?’

‘Amat baik ya Ustadz!’

BACA JUGA: Istri Pengganti untuk Abdullah ibn Abi Wada’ah (Bagian 1)

Saya pun pulang. Beliau menyodorkan uang dua puluh dirham. Kubawa uang itu dengan senang.’

Menurut cerita Abdullah bin Sulaiman, sebenarnya putri Ustadz Sa’id bin Musayyab pernah dilamar oleh Khalifah Abdulmalik bin Marwan untuk putrinya, Al-Walid. Tetapi dengan tegas ditolak dengan tegas oleh ustadz Sa’id walau keluarga pelamar adalah keluarga kaya raya dan pejabat tertinggi negara. []

Sumber: Menikahlah/Karya: Abdullah Nasih Ulwan/Penerbit: Qisthi Press/2007

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline