Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Islamnya Penduduk Persia yang Berada di Yaman

0

Badzan adalah wakil Kisra Persia yang membawahi wilayah Yaman. Setelah Kisra Persia merobek-robek surat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan utusan beliau, sahabat Syuja bin Wahb al Asadi meninggalkan istana Kisra, Kisra memerintahkan Badzan untuk mengirimkan surat dengan dua utusan untuk menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Isi surat itu antara lain memerintahkan beliau untuk menghadap Kisra Persia dengan segera. Dua orang itu adalah Abanauah, seorang menteri urusan khusus kerajaan Romawi, dan seorang lelaki dari al Furs yang dikenal dengan nama Jadd Jamirah.

Mereka berdua sempat singgah di Thaif, dan mencari informasi dari orang-orang Quraisy yang sedang berdagang di sana. Orang Quraisy ini sempat gembira karena Kisra Persia menunjukkan sikap bermusuhan dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya berada di pihak yang sama dengan mereka. Kedua utusan Badzan ini meneruskan perjalanan ke Madinah.

Sesampainya di Madinah dan menghadap Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, Abanauah menyampaikan surat dari Badzan, dan berkata, “Sesungguhnya Kisra telah menulis surat kepada Badzan agar mengirim utusan kepadamu yang dapat membawamu menghadap kepada Kisra, dan Badzan menyuruhku agar engkau ikut bersamaku.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam hanya tersenyum dan menyuruh dua utusan tersebut beristirahat terlebih dahulu, dan meminta mereka menemui beliau lagi keesokan harinya.Ketika Abanauah dan Jadd Jamirah menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam keesokan harinya. Beliau memberitakan bahwa Kisra Persia akan dibinasakan oleh Allah, dan putranya, Shiruyah akan mengalahkannya pada tanggal, bulan dan tahun yang disebutkan beliau.

Tentu saja kedua orang utusan ini terkejut dan setengah tak percaya, mereka berkata, “Apakah engkau tahu benar apa yang engkau katakan? Dan bolehkah kami menulis mengenai hal ini untuk pimpinan kami, Badzan?”

“Silahkan engkau tulis,” Kata Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Dan katakan juga kepadanya, ‘Jika kamu masuk Islam, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam akan mengaruniakan kepadamu apa yang ada dalam kekuasaanmu saat ini.’”

Mereka menulis secara lengkap pembicaraan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang bisa dikatakan sebagai ramalan atas kerajaan Persia, setelah itu berpamitan. Beliau memberikan hadiah pada Jadd Jamirah, sebuah ikat pinggang yang di dalamnya berisi emas dan perak.

Kedua orang ini kembali ke Yaman, dan ketika diceritakan apa yang dialami bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, Badzan hanya berkata, “Demi Allah ucapan itu bukanlah ucapan seorang raja. Kita akan menunggu apakah ucapannya itu benar atau tidak?”

Tak lama berselang, datanglah utusan dari Persia yang membawa surat Shiruyah untuk Badzan, surat itu berisi sebagai berikut, “Amma Ba’du, sesungguhnya aku telah membunuh Kisra sebagai bentuk kemarahan rakyat Persia, karena ia telah membolehkan pembunuhan tokoh-tokoh mereka. Hendaklah engkau menaatiku, dan janganlah engkau mencaci ‘seorang lelaki’ (yakni Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam) yang karena dia, Kisra telah menulis surat kepadamu.”

Setelah membaca surat Shiruyah tersebut, Badzan merasa yakin bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Allah, ia pun memeluk Islam beserta orang-orang Persia yang berada di Yaman, termasuk Abanauah dan Jadd Jamirah. []

Baca juga: Harus dengan Apa agar Aku Bisa Masuk Surga?

Sumber: 101 Sahabat Nabi/Penulis: Hepi Andi Bustomi/Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline