Foto: Pixabay.com

Injaklah Kepalaku, Wahai Bilal!

Jundud bin Junadah bin Sakan atau yang lebih dikenal dengan Abu Dzar al-Ghifari adalah sahabat Rasulullah SAW yang berasal dari suku Gifar. Ia masuk Islam dengan sukarela. Ia merupakan sahabat yang terdahulu masuk Islam. Ia datang ke Makkah menemui Rasulullah untuk menyatakan keislamannya.

Suatu hari Abu Dzar kesal terhadap Bilal bin Rabah karena Bilal tidak mengerjakan Amanahnya dengan penuh. Bahkan Abu Dzar lebih kesal lagi kepada Bilal karena membela dirinya dengan membenarkan alasannya.

Kecewalah Abu Dzar tehadap Bilal, hingga tidak bisa menahan diri untuk tidak marah serta menghardik Bilal dengan ucapan yang kasar.  “Hai anak budak hitam!” bentak Abu dzar terhadap Bilal.

Rasulullah yang mendengarnya, memerah wajahnya. Rasulullah bergegas menghampiri Abu Dzar, “Engkau…!” ucap Rasulullah seraya menunjuk wajah Abu Dzar, “Sungguh dalam dirimu masih terdapat Jahiliyah!”

Abu Dzar tersungkur bersujud dan memohon Bilal untuk menginjak kepalanya. Diletakkan kepalanya diatas tanah berdebu dan dilumpurkannya pasir kewajahnya berharap Bilal mau menginjaknya. Berulang kali Abu Dzar memohon. “Injaklah kepalaku, wahai Bilal! Injak kepalaku! Injak kepalaku Bilal! Demi Allah aku mohon injaklah! Demi Allah Injaklah kepalaku, wahai Bilal! Aku berharap dengannya Allah akan mengampuniku dan mengampuni sifat jahiliyah dari jiwaku!”

Berulang Abu Dzar memohon kepada Bilal berharap Bilal memaafkannya.

Bilal tetap berdiri kukuh pada tempatnya. Bilal sebenarnya marah bercampur rasa haru, lalu ia berkata, “Aku memaafkan Abu Dzar, ya Rasulullah. Dan, biarlah urusan ini tersimpan di sisi Allah, menjadi kebaikan bagiku di kemudian hari.”

Pedih hati Abu Dzar mendengarnya. Rasa salahnya tak terlupakan sepanjang umur hidupnya. []

Sumber: Giat Berdakwah Merajut Ukhuwah/ Penulis: Umar Hidayat/ Penerbit: Pro-U Media/ 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline