Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah yang Dilakukan malaikat Pada Majelis Dzikrullah!

0

Begitu pentingnya mengingat allah dengan berzikir, RasuluIllah menganjurkan kepada kita untuk membentuk majelis zikir. Apa itu majelis zikir? Yaitu sebuah perkumpulan orang-orang yang melakukan zikir bersama, dalam rangka mengingat dan memuji Allah SWT.

Telah turun kepada Rasululullah suatu ayat pada saat dia sedang berada di rumahnya, berbunyi, “Dan sabarkanlah dirimu bersama mereka yang berdo’a kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang”. (Surat AI Kahfi : 28).

Maka beliau segera keluar mencari siapa orang yang dimaksudkan oleh Allah di dalam ayat tersebut. Nabi menemukan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan rambutnya tidak teratur, kasar kulitnya dan hanya memiliki satu pakaian. Ketika melihat mereka, beliau menghampiri mereka dan kemudian duduk bersama. Mereka itu adalah Abdullah bin Wahah dan sahabat-sahabatnya yang sedang berzikir bersama.

Rasulullah lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di dalam umatku ada sekelompok orang yang aku disuruh bersabar terhadap jiwaku bersama dengan mereka. Adapun kalian adalah sekelompok orang yang Allah menyuruh jiwaku untuk bersabar bersama kalian”.

Kemudian beliau membaca ayat yang tadi diterimanya dari Allah, “Dan sabarkanlah dirimu bersama mereka yang berdo’a kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang…”

(Dikeluarkan oleh Thabrani Bari Abdur Rahman bin Sahl bin Hanif, Ibnu Abbas) Rasulullah juga menjelaskan betapa ketika kita membentuk kelompok untuk zikir bersama, maka malaikat-malaikat juga turut serta berzikir bersama kita.

Rasulullah mengatakan “Adapun tidak duduk diantara kalian kecuali duduk sejumlah para malaikat. Jika mereka bertasbih kepada Allah, maka para malaikat itu juga ikut bertasbih. Jika mereka bertahmid kepada Allah, malaikat-malaikat pun juga ikut bertahmid kepada-Nya. Jika mereka bertakbir kepada Allah, mereka pun juga bertakbir kapada-Nya. Kemudian mereka naik menghadap kepada Allah meski Dia lebih mengetahui daripada mereka.

Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami Hamba-hambamu bertasbih kepadamu, kami turut bertasbih bersama mereka. Mereka bertakbir kepadamu dan kami turut bertakbir bersama mereka. Mereka bertahmid kepadamu dan kami turut bertahmid bersama mereka”

Maka Tuhan kami berkata, “Wahai malaikatku! Saksikanlah bahwa aku mengampuni mereka. Mereka berkata, ‘Di antara mereka ada fulan dan fulan.’ Dia berkata, ‘Mereka adalah sekelompok kaum dimana teman-teman mereka tidak akan merasa kesulitan.’ “

Dalam kesempatan lain, seorang sahabat Rasulullah bernama Salman bersama dengan sekelompok orang sedang asyik berdzikir kepada Allah azza wa jalla. Lalu Rasulullah melewati mereka. Mereka pun jadi berhenti.

Beliau bertanya, “Apakah yang kalian ucapkan?”

Kami berkata, “Kami berdzikir kepada Allah, Wahai Rasulullah !”

Rasulullah berkata lagi, “Lanjutkanlah. Saya melihat rahmat Allah turun kepada kalian dan aku ingin ikut andil di dalamnya. Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di dalam umatku ada sekelompok orang yang aku disuruh bersabar terhadap jiwaku bersama dengan mereka.’ ” (Diriwayatkan oleh Abu Nua’im dari Tsabit Al Banani) []

Sumber: Kehidupan Para Sahabat Rasulullah/ Penulis: Hayatus Shohabah I/ Penerbit: PT Bina Ilmu

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More