Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Transaksi yang Menguntungkan

0

Setelah bertahun-tahun dianggap miskin dan hina, nasib Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi akhirnya bisa berubah. Yaitu tatkala sebagai seorang budak Romawi, ia dijual kepada orang kaya di Mekkah bernama Abdullah bin Jad’an. Karena kecerdasan dan ketulusan hati Shuhaib, sang tuan membebaskan Shuhaib.

Setelah bebas, Shuhaib berusaha mencari rezeki Allah dengan berdagang. Ia kemudian bisa menjadi pedagang yang sukses. Kekayaan materi pun diraihnya. Hidupnya berbalik 180 derajat. Dan semula seorang budak yang tak dianggap, menjadi seorang kaya raya nan terpandang.

Perjalanan hidup Shuhaib memang berliku. Sebelum datang ke Mekkah, ia dikenal sebagai seorang budak Romawi, tapi Shuhaib sebetulnya bukanlah orang Romawi. Ia adalah anak dari seorang hakim di wilayah Bashrah yang masih masuk dalam wilayah Jazirah Arab.

BACA JUGA: Aku Sedekahkan Karena Allah

Tapi kemudian bangsa Romawi menyerang kampung halamannya dan ia dijadikan budak oleh orang Romawi. Shuhaib pun kemudian tumbuh besar di Romawi dan memiliki nama belakang Ar-Rumi karena dianggap berasal dari Romawi.

Yang menakjubkan, walaupun ia sudah berhasil meraih kekayaan setelah sebelumnya merasakan kehidupan sebagai budak, Shuhaib sama sekali tak silau harta. Ia tak peduli jika harus kehilangan seluruh harta bendanya sekalipun asalkan bisa menegakkan syariat Allah. Hal ini terbukti saat ia hendak hijrah dari Mekkah ke Madinah seperti yang dilakukan seluruh Kaum Muslimin saat itu.

Kala itu kaum kafir menghadang Shuhaib dan berkata, “Saat kamu datang kemari dahulu, kondisimu miskin dan hina, lalu hartamu menjadi banyak ketika sudah berada di negeri kami dan sekarang kamu telah mencapai kekayaan seperti kondisimu saat ini. Apakah setelah itu semua, kemudian kamu hendak kabur begitu saja membawa harta dan jiwamu? Demi Allah, hal itu tidak boleh terjadi!”

Mendengar hal itu, Shuhaib tak ciut sama sekali. Ia justru tanpa ragu menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika aku serahkan semua hartaku ini kepada kalian tetapi kalian harus biarkan aku pergi?”

Mereka menjawab. “Baiklah.”

Shuhaib membalas perkataan mereka dengan penuh keyakinan, “Sesungguhnya aku telah menyerahkan hartaku ini kepada kalian.”

Maka Shuhaib pun akhimya berhijrah tanpa membawa hartanya sama sekali. Kejadian ini pun sampai ketelinga Rasulullah Shallallahu `alayhiwasallam.

Beliau lantas bersabda, “Shuhaib mendapatkan keberuntungan, Shuhaib mendapatkan keberuntungan.”  Inilah transaksi yang menguntungkan, bertansaksi dengan Allah.

BACA JUGA: Harta itu Diserahkan pada Pemiliknya

Kejadian Shuhaib saat hijrah ini menjadi penyebab turunnya sebuah ayat. “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambaNya.” (QS Al¬Baqarah [2]: 207) []

Sumber: Kisah Hijrah Penuh Hikmah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline