Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Sepuluh Sebab Do’a Tak Terkabulkan

0 27

Suatu hari, Ibrahim bin Adham melewati di pasar kota Basrah karena tiba-tiba orang-orang berkerumun di sekelilingnya. “Wahai Ibrahim! Allah Swt telah menyatakan dalam Al-Qur’an, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan untuk kalian (do’a kalian).’ Kami sudah berdoa kepada Allah Swt, tetapi doa kami tidak dikabulkan.”

Ibrahim bin Adham menjawab, “Itu karena hati kalian telah tertutup sedemikian rupa oleh sepuluh hal, sehingga permohonan kalian tidak mempunyai ketulusan karena hati kalian sudah tak bening lagi dan tidak terbebas dari noda.”

Mereka bertanya, “Apa sepuluh hal itu?”

Ibrahim bin Adham menjawab, “Pertama, dan yang terutama sekali, kalian telah menerima Allah Swt, tetapi kalian tidak mewujudkan pengakuan terhadap-Nya.

“Kedua, kalian membaca Al-Quran, tetapi kalian tidak mempraktikkannya.

“Ketiga, kalian menyatakan cinta kepada Rasul kalian, tetapi kalian menentang Ahlul baitnya.

“Keempat, kalian mengaku memusuhi setan, tetapi dalam praktik, kalian setuju dengannya.

“Kelima, kalian mengatakan bahwa kalian merindukan raga, tetapi kalian tidak melakukan apa pun untuk bisa memasukinya.

Related Posts

“Keenam, kalian mengatakan bahwa kalian takut neraka, tapi kalian sendiri melemparkan diri kalian ke dalamnya.

“Ketujuh, kalian sibuk mencela dan mengkritik orang, tapi kalian sendiri tidak tahu kekurangan dan kalian sendiri.

“Kedelapan, kalian mengatakan bahwa kalian tidak mencintai duniawi, tetapi kalian rakus dan mencemburuinya.

“Kesembilan, kalian mengaku adanya kematian, tetapi kalian tidak menyiapkan diri untuk menghadapinya.

“Kesepuluh, kalian telah menguburkan orang yang meninggal, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.

“Inilah sepuluh praktik yang menyebabkan doa kalian tetap tak terkabulkan.”

Doa adalah roda cadangan yang dikeluarkan ketika berada dalam masalah. Dan ia juga adalah roda terpasang yang mampu menjaga orang yang melakukannya, agar tetap berada di jalur yang benar di sepanjang hidupnya. []

Sumber: Manisnya Kopi Asin, Merajut Hati Meraih Kebahagiaan Hakiki/Penulis:Irwan Kurniawan/Penerbit: Majlis Ta’lim Ibadurrahman,2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline