Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Sebuah Keadilan… Ahad! Ahad! Ahad!

Sebelum Islam masuk ke Arab, dendam kesumat berlaku dan masih menjadi kebiasaan. Ketika satu anggota dari sebuah kelompok dilukai atau dibunuh oleh seseorang dari kelompok lain, kelompok pertama akan menuntut balas. Gigi dibalas dengan gigi, kehidupan dibalas dengan kehidupan. Tetapi Al-Qur’an memuji seorang muslim yang mampu memaafkan kesalahan orang lain.

Dengan berbagai cara kaum Quraisy mencoba kekuasaan mereka untuk menghalangi dakwah Nabi dan menghentikan penyebaran ajaran-ajarannya. Mereka pun sangat angkuh untuk mengakui kesalahan jalan mereka dan mengubah kepercayaan dan kebiasaannya.

Maka Nabi diperlakukannya dengan kejam dan bahkan mendapatkan penghinaan. Duri ditebarkan di jalan-jalan, batu-batu dilemparkan ke rumahnya, dan dilempari dengan kotoran sampah. Bahkan pada suatu saat, ketika Nabi sedang di Ka’bah, sehelai kain dililitkan ke lehernya dan ditarik dengan sangat kuat sehingga beliau tersungkur.

Semua sahabat Nabi pun mendapatkan berbagai siksaan dari kaum Quraisy. Contohnya ialah Bilal bin Rabah, seorang budak yang masuk agama Islam. Ia disiksa majikannya dengan dibaringkan di atas pasir di bawah terik matahari yang membakar dan membiarkannya disana dengan batu besar di dadanya.

“Ahad! Ahad! Ahad! (Allah itu yang Maha Esa, Maha Esa, Maha Esa),” Itulah yang diucapkannya. Kemudian Allah menolongnya dengan perantara Abu Bakar yang datang untuk membebaskannya dari perbudakan.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Siapa yang membebaskan seorang mukmin dari kesempitan dunia, niscaya Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat.

Siapa yang menutupi aib seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-nya selama hamba itu menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu maka Allah akan memberikan kemudahan baginya.

Bila di salah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka Rahmat, mereka dikelilingi malaikat, serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan barang siapa yang diperlambat oleh amalnya niscaya tidak bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR Muslim) []

 

Sumber: Nabi Muhammad Penyempurna Para Nabi/ Penulis: Saniyasnain Khan/ Penerbit: Nuansa, 2009

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline