Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Cara Shalat Saat Akan Berperang

0

Allah Swt berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 238-239, “Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. Jika kalian dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kalian telah aman, maka sebutlah Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.”

Khusus dalam pelaksanaan shalat khauf ini, Allah Swt berfirman, “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar sholat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Dan apabila kamu (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum sholat, lalu mereka sholat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

“Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa: 101-103).“ (Qs An-Nisa’: 101-102)

Syu’aib (meriwayatkan) dari az-Zuhri, katanya, “Aku bertanya kepadanya, “Apakah Nabi melakukan shalat khauf?”

Dia menjawab, “Salim memberitahukan kepadaku bahwa Abdullah bin Umar berkata, ‘saya berperang bersama Rasulullah di arah Najd, kami bertemu musuh. Lalu kami membuat shaf dan Rasulullah berdiri mengimami shalat kami. Sekelompok berdiri bersama beliau dan sekelompok menghadap ke arah musuh. Rasulullah ruku’ dengan orang yang bersama beliau dan sujud dua kali.

Kemudian, mereka pergi ke tempat sekelompok yang belum shalat. Mereka datang, lalu Rasulullah shalat bersama mereka satu rakaat dan sujud dua kali, kemudian membaca salam. Lalu, masing-masing dari mereka shalat sendiri satu rakaat dan sujud dua kali.”

Al-Khattab menegaskan cara melaksanakan shalat khauf, “Cara shalat khauf itu bermacam-macam yang Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam kerjakan pada hari-hari yang berlainan dan dalam situasi dan kondisi yang berbeda, yang mana pada kesemuanya itu Beliau tetap berusaha memerhatikan cara mana yang lebih mengandung kehati-hatian dalam shalat dan yang lebih mampu memelihara dari serangan musuh. Cara shalat khauf ini bervariasi, namun makna dan hakikatnya satu: selesai.” (Syarhu Muslim oleh imam Nawawi VI: 126)

Sumber: Buku Gaptek Gampang Praktek Rukhshah Keringanan, Kemudahan dan Kebolehan dalam Shalat /Penulis: Salman Iskandar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline