Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Inilah Cara Imam Kazhim dalam Memperlakukan si Pengganggu!

0

Sifat pemaaf merupakan salah satu karakter menonjol Imam Kazhim. Belau selalu memaafkan orang yang menyakitinya. Tak cukup dengan itu, beliau bahkan juga membalas perbuatan mereka dengan kebaikan, untuk menghilangkan ruh kejahatan dan egoisme mereka.

Terceritakan bahwa salah satu keturunan Umar bin Khatab selalu mengganggu Imam Kazhim, dan menghujat kakeknya. Amirul Mukminin sebagian pengikut beliau lalu bertekad memberi pelajaran kepada orang itu, namun beliau melarang mereka dan berniat menggunakan cara lain.

Akhirnya beliau mencari tahu tempat tinggal orang itu, dan memberitahu bahwa dia tinggal di pinggiran Madinah. Belaiu lalu menunggangi keledainya dan menemukan orang itu berada di ladangnya. Ketika belau mendatanginya, orang itu berteriak, “Jangan injak tanamanku!”

Imam Kazhim tetap melanjutkan langkahnya hingga sampai di dekat orang itu. Beliau lalu duduk di sampingnya dan berbicara lemah lembut denganya.

“Berapa biaya yang kau habiskan untuk ladangmu?” Tanya Imam Kazhim.

“Seratus dinar.”

“Berapa laba yang kauharapkan darinya?”

“Aku tak tahu ilmu gaib!” jawabnya.

“Aku hanya bertanya, berepa laba yang kauperkirakan darinya?” Imam Kazhim menegaskan.

“Aku berharap memperoleh laba sebanyak dua ratus dinar.”

Imam Kazhim lalu memberinya tiga ratus dinar dan berkata, “Ini untukmu, dan ladangmu masih tetap utuh seperti dulu.”

Orang itu sangat malu karena perilaku buruknya terhadap beliau selama ini. Imam Kazhim lalu meninggalkannya dan menuju masjid Nabawi. Di sana, belaiu meliaht orang itu telah mendahuluinya. Ketika ia melihat Imam Kazhim, ia berdiri takzim, lalu pergi seraya berkata, “Allah lebih tahu kepada siapa Ia akan menyerahkan risalah-Nya.” []

Sumber: Teladan Abadi, Musa Kazhim/ Penulis:  Hasan Habasyi/ Penerbit: Al-Huda, 2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline