Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ini yang Terjadi Tatkala Keempat Putranya Gugur sebagai Syuhada

0

Ketika membicarakan seorang wanita yang tangguh dan tegar, pengorbanan seorang wanita bernama Al-Khansa akan mengingatkan betapa hebaTnya pengaruh Islam terhadap dirinya. Al-Khansa biasa dikenal dengan “Ibu Para Syuhada”. Nama sebenarnya adalah Tumadhar binti ‘Amr bin Syuraid bin ‘Ushayyah As-Sulamiyah. Ia merupakan seorang sahabat wanita yang mulia dan sangat terkenal sebagai penyair.

Sebelum ia memeluk Islam, Muawiyah, kakak kandungnya wafat. Al-Khansa membuat puisi yang mengungkapkan kesedihan dan kepedihannya yang luar biasa karena ditinggalkan kakak tercinta.

Saat kakak kandungnya yang lain yaitu Shakhr juga wafat, hati Al-Khansa pun menjadi lebih sedih lagi. Ia bahkan membuat sebuah puisi yang lebih panjang untuknya. Bahkan, ia juga pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya agar ia tidak perlu lagi merasa sedih.

Namun, manusia tak pernah tau bagaimana rencana Allah. Hingga akhirnya Allah membawa Al-Khansa ke dalam
agama yang mampu membuatnya lebih tegar dan menjadi wanita tangguh. Keadaannya berubah total setelah ia masuk Islam, ujian yang dialaminya menjadi kesabaran yang didasari iman dan dihiasi oleh takwa, hingga ia tidak lagi merasa sedih ketika kehilangan apa pun dari kenikmatan duniawi ini.

Setelah Islam menyerap ke lubuk hatinya ia kembali mendapat ujian yang berat. Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, Al-Khansa’ turut berangkat bersama keempat puteranya untuk menyertai pasukan tersebut.

Empat putera kandung Al-Khansa’ yang merupakan buah hati dan denyut jantungnya, bergabung dengan pasukan muslim yang ditugaskan menyerang Qadisiyah.

Sehari sebelum perang, Al-Khansa’ ra menyampaikan beberapa wasiat kepada putera-puteranya, “Hai Putra-putraku, kalian semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia yang fana.

Putra-putraku, sabarlah, tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian melihat gendering perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya”.

Related Posts

Jangan Ceritakan tentang Rasulullah kepada Siapapun

Keesokkan harinya, mereka terjun ke medan laga dengan gagah berani. Jika ada seorang di antara mereka yang semangatnya mulai surut, maka saudara-saudaranya langsung mengingatkannya dengan nasihat Ibunda mereka yang telah tua renta, dengan begitu semangatnya berkobar kembali dan menyerbu musuh seperti singa yang mengamuk. Serangan-serangannya seperti siap melumat musuh-musuh-Nya. Mereka tetap berjuang dengan penuh semangat, hingga satu persatu berguguran menjadi syuhada.

Ketika sang Ibunda mendengar berita kematian empat puteranya dalam hari yang sama, ia sama sekali tidak menampar pipi sendiri dan tidak pula merobek pakaiannya, melainkan menerima berita duka itu dengan penuh keimanan dan kesabaran.

“Alhamdulillah yang telah memberiku kemuliaan dengan kematian mereka. Aku berharap, Allah akan mengumpulkanku dengan mereka di tempat limpahan kasih sayang-Nya”, harap Al-Khansa’.

Di masa jahiliyah, Al-Khansa’ ra memenuhi dunia dengan tangisan dan keluh kesah atas kematian saudara kandungannya, Shakhr. Setelah ditempa oleh Islam dengan luar biasa ia sanggup merelakan empat putera kandungnya sendiri untuk meraih mati syahid dalam perang Qadisiyyah.

Ia begitu tulus dan tabah dengan pengorbanan besarnya itu demi meraih anugrah menjadi penghuni surga, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Siapa yang merelakan tiga orang putra kandungnya (meninggal dunia), maka dia akan masuk surga.’

Seorang wanita bertanya, ‘Bagaimana jika hanya dua putra?’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab, ‘Begitu juga dua putra.'” (Diriwayatkan oleh Nasa’I dan Ibnu Hibban dari Anas radhiyallahu’anhu dalam kitab Al-Albani Shahiihul Jaami’ no 5969). []

Sumber: 35 Sirah Nabawiyah, 35 Sahabat Wanita Rasulullah saw/Penulis: Al-I’tishom/Penerbit: Mahmud Al-Mishri,2010

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline