Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ini yang Terjadi Ketika Pemakaman Sa’ad bin Mu’adz

0 62

Sa’ad bin Mu’adz berjuluk Abu Amr. Ia seorang pemuda Aus yang dikenal jago menunggang kuda, dan pemberani. Ayahnya adalah Mu’adz bin An-Nu’man dan ibunya bernama Kabsyah binti Rafi’. Adapun istri Sa’ad adalah Hindun binti Sammak, bibi Usaid bin Hudhair. Sa’ad adalah pemimpin Bani Abdul Asyhal.

Dalam perang Uhud Sa’ad menjadi tameng Rasulullah. Begitupun dengan perang Badar, dan perang Khandaq. Dalam perang inilah panah-panahHibban bin Qais berhasil menembus lengannya dan membuatnya terluka selama berhari-hari.

Sampai akhirnya musibah tentang kematiannya membuat kaum Muslmin merasa kehilangan. Tetapi luka mereka terobati ketika Nabi SAW bersabda, “Sungguh, ‘Arasy Tuhan yang Rahman bergetar dengan berpulangnya Sa’ad bin Mu’adz.”

BACA JUGA: Sa’ad bin Mu’adz

Itu terucap dari bibir Nabi disebabkan saat Sa’ad menderita dan sakit parah, ia menjenguk bahkan meraih kepalanya dan menaruhnya ke atas pangkuan Nabi SAW.

Lalu ia berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, Sa’ad telah berjihad di jalanmu. Ia telah membenarkan Rasul-Mu dan telah memenuhi kewajibannya. Maka terimalah ruhnya dengan sebaik-baiknya cara engkau menerima ruh. . . !”

Ternyata kata-kata yang dipanjatkan Nabi telah membuat kesejukan dan perasaannya tentram. Bahkan Abu Sa’id Al-khudri berkata, “Saya adalah salah seorang yang menggali makam untuk Sa’ad. . . Dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi kesturi, hingga sampai ke liang lahat.” []

Sumber: Karakteristik Perihidup Enam Puluh Sahabat Rasulullah/Pengarang: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit: Diponegoro. Edisi/ Cet ke, : Cet 20. Tahun Terbit: 2006

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline