Picture: dreamstime.com

Ini yang Menjadi Alasan Orang Yahudi Tidak Mau Mengikuti Rasulullah

Suatu hari, Umar mendatangi sekelompok orang Yahudi yang sedang membaca Taurat. Umar terkejut mengetahui isi Taurat ternyata membenarkan Al-Quran. Ketika itu, Nabi lewat di depan mereka, Umar lalu berkata kepada orang Yahudi itu,”Aku memohon agar engkau menjawab pertanyaanku ini dengan jujur. Apakah engkau tahu bahwa sesungguhnya beliau itu (seraya menunjuk kepada Rasulullah) adalah utusan Allah?”

Salah seorang dari mereka menjawab, “Memang benar kami tahu bahwa sesungguhnya dia adalah utusan Allah.”

“Mengapa engkau tidak mau mengikutinya?” tanya Umar.

“Ketika kami bertanya tentang penyampai kenabiannya,” kata mereka, “Muhammad menjawab Jibril. Jibril adalah musuh kami yang menurunkan kekerasan, kekejaman, peperangan, dan kecelakaan.”

“Siapa nama malaikat yang biasa diutus kepada Nabimu?” tanya Umar. “Mikail yang menurunkan hujan dan rahmat.”

“Bagaimana kedudukan mereka itu di sisi Tuhan-nya?” tanya Umar lagi.

Mereka menjawab, “Yang satu di sebelah kanan-Nya, dan yang lain di sebelah kiri-Nya.”

Umar berkomentar, “Tidak sepatutnya Jibril memusuhi pengikut Mikail dan tidak patut Mikail berbuat baik kepada musuh Jibril. Sesungguhnya aku percaya bahwa Jibril, Mikail, dan Tuhan mereka akan berbuat baik kepada siapa yang berbuat baik kepada mereka, dan akan berperang kepada siapa yang mengumumkan perang kepada mereka.”

Kemudian Umar bergegas mengejar Rasulullah untuk menceritakan hal itu. Namun, sesampainya ke hadapan Nabi, beliau berkata,”Apakah engkau ingin aku membacakan ayat yang baru saja turun kepadaku?”

“Tentu saja, wahai Rasulullah,” jawab Umar.

Rasul lalu membaca ayat,“Katakanlah (Muhammad), Barang siapa menjadi musuh Jibril maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman. Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (al-Bagarah [2]: 97-98).

Umar berkata, “Ya Rasulullah, demi Allah, aku tinggalkan kaum Yahudi tadi dan menghadap engkau justru untuk menceritakan hal yang kami percakapkan. Akan tetapi, rupanya Allah telah mendahuluiku.”. []

Sumber: The Great of Two Umars/ Penulis: Fuad Abdurrahman/ Penerbit: Zaman/ Jakarta/ 2013

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline