Foto: Thinkstock

10 Sahabat yang Dijanjikan Surga

 

Pencapaian terbesar dan paling dalam di dunia ini adalah membuat jannah (surga). Sejak dimulainya kehidupan di bumi sampai hari ini dan generasi yang akan datang, satu-satunya harapan bahwa kita sebagai orang Islam optimis adalah keyakinan bahwa suatu hari nanti semua pasang surut kita akan berakhir dan kita akan dihargai dengan berlimpah di surga. Dengan rahmat Allah beberapa diantara umat muslim telah mengetahui nasib mereka bahwa tempat tinggal terakhir mereka adalah jannah. Dengan pemikiran tersebut, berikut adalah beberapa dari 10 orang paling beruntung yang bisa berjalan di permukaan bumi.

1. Abu Bakar As-Siddiq (573-634 M)

Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah, dan dia diberi gelar “As Siddiq” atau yang dikenal karena kejujurannya. Ayahnya, ‘Utsman, dikenal sebagai Abu Quhafah. Dan ibunya, Salma, dikenal sebagai Ummul Khair. Dia dua setengah tahun lebih muda dari Nabi Muhammad dan yang pertama di antara laki-laki yang masuk Islam. Abu Bakar menjadi sahabat terdekat Nabi Muhammad. Abu Bakar jauh lebih mengenali Nabi dibanding yang lain.

2. Umar bin Khattab (584-644 M)

Umar bin Khattab keturunan Quraisy,dari suku Bani Adiy. Hidup sebagai salah satu khalifah muslim paling kuat dan paling berpengaruh yang dikenal dalam sejarah dan menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah kedua. Inilah orang yang namanya dipasangkan dengan keadilan dan kebenaran, kekuatan dan keberanian, dan keshalehan. Terkait dengan keimanannya, beliau takut hanya kepada Allah, dan menangis karena takut kepadaNya. Umar dikenal karena intuisi dan kecerdasannya, ketepatan penglihatan dan wawasannya, teliti, dan kuat dalam pemahamannya. Dia adalah salah satu khalifah yang dipandu dan salah satu mertua Nabi. Dia juga salah satu sahabat besar Nabi. Masuk Islamnya Umar dianggap sebagai awal dari sebuah fase baru dari seruan dakwah.

3. Utsman bin Affan (577-656 M)

Utsman bin Affan lahir di Taif, dekat Mekah sekitar enam tahun setelah Tahun Gajah. Utsman salah satu keluarga kaya Quraisy di Mekah. Omayyad, salah satu suku Quraisy dan Utsman menjadi yang paling berpengaruh, kuat dan terkaya. Utsman adalah “anak emas” mereka, yang paling dicintai, karena perilaku baiknya dan rasa malunya. Sepanjang hidupnya ia dikenal sebagai pria yang baik hati dan murah hati bahkan sebelum masuknya kepada Islam, ia dengan leluasa memberikan uang untuk membantu orang yang membutuhkan. Telah dikatakan bahwa pernikahan dengan dua anak perempuan Nabi Muhammad telah membuat Utsman mendapat julukan Dzun-Nurayn (yang memiliki dua cahaya).

4. Ali bin Abi Thalib (600-661 M)

Ali bin Abi Thalib lahir pada tanggal 13 Rajab tahun Gajah. Ibunya Fatimah membawanya dari Ka’bah ke Mekkah pada tahun 599 Masehi. Selanjutnya, dikatakan bahwa selama kelahirannya dia tidak merasakan sakit dan Ali juga tidak menangis. Beberapa hari setelah kelahirannya, orang tuanya khawatir bahwa bayinya tidak membuka matanya, tapi ketika sang nabi (saw) datang berkunjung dan memeluknya satu pangkuannya, dia membuka matanya dan sang nabi menyarankan agar dia diberi nama Ali sejak dia lahir di rumah Allah. Cinta antara Ali dan Nabi adalah dari ilahi karena mereka memiliki banyak kesamaan, terlihat dimana keduanya lahir di bulan Gajah dan keduanya tumbuh dididikan Abdul Mutalib.

5. Talha bin Ubaidillah (596-656 M)

Talha bin Ubaidillah adalah anggota suku yang terhormat dari dikalangan Abu Bakar. Dia adalah seorang pengusaha sukses yang melakukan perjalanan ke utara dan selatan Semenanjung Arab dan mengumpulkan banyak pendapatan. Nabi berkata tentang Talha: “Dia, yang ingin melihat seorang pedagang berjalan di tanah, biarkan dia melihat Talha bin Ubaidullah.” (Diriwayatkan Ibnu Hisyam).

Nabi pernah memakai dua lapis baju besi dan mencoba naik ke atas batu, tapi tidak mampu, jadi Talha berjongkok di bawahnya, mengangkat Nabi agar bisa duduk di atas batu itu. Atas izin Allah Azza wa Jalla, bantuan Talha kepada Nabi itu memberi takan kepada Nabi bahwasanya Talha telah mendapat jaminan Surga. [Diriwayatkan Ibnu Asakir, Tirmidzi]

Talha bin Ubaidillah dikenal akan kemurahan hatinya. Dia terkenal karena suka membantu orang yang berhutang, rumah tangga mengalami masa-masa sulit, dan janda.

6. Zubair bin Al-Awwam (596-656M)

Dikenal di buku-buku sejarah bahwa Zubair adalah “Murid” Nabi Muhammad. Dia juga seorang sahabat terkemuka Nabi dan sangat mencintai Muhammad. Cintanya bukan semata-mata karena hubungan antara Nabi dengannya. Itu karena fakta bahwa cinta Nabi adalah bentuk keimana. Dan sesungguhnya, ketika Az Zubair mendengar bahwa Nabi sedang diserang, dia mengambil pedangnya dan lari menemui Nabi, kemudian Nabi berkata, “Apa yang kamu lakukan?” Dia berkata, “oh! Nabi saya mendengar bahwa Anda diserang. “Maka Nabi bertanya,” Jadi, apa yang akan Anda lakukan? Dia berkata, “Saya akan menyerang orang yang menyerang Anda.” Jadi, ini menjadi bentuk cinta, pedang pertama yang diambil semata-mata demi Allah dan rasul-Nya. Dia memiliki keberanian khusus dalam pertempuran Badar. Dia memakai sorban kuning dan bertempur dengan sangat berani sehingga Allah mencintainya dengan sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Ketika Allah berfirman bahwa pada hari Perang Badar Dia mengirim 3000 malaikat yang memakai sorban kuning untuk berperang bersama orang-orang Muslim, Allah Azza wa Jalla mengirim malaikat-malaikat lalu menirukan dan mengikuti Az-Zubair, seperti yang Nabi informasikan.

7. Abdur Rahman bin Awf (580-652 M)

Abdur Rahman bin Awf adalah satu dari delapan orang pertama yang menerima Islam. Dia adalah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk Surga. Dia adalah satu dari enam orang yang dipilih oleh Umar untuk membentuk Dewan Syura untuk memilih Khalifah setelah kematiannya. Dia menerima Islam hanya dua hari setelah Abu Bakr as-Siddiq melakukannya. Abdur Rahman begitu menonjol dalam pertempuran Badar dan Uhud. Di Uhud Abdur Rahman bin Awf tetap teguh walau menderita lebih dari dua puluh luka. Meski begitu, jihad fisiknya dibarengi dengan jihad kekayaannya. Abdur-Rahman diberkahi dengan sebuah kehormatan yang tidak diberikan pada siapapun sampai saat itu. Waktu Shalat datang dan Nabi tidak ada pada saat itu, orang-orang Muslim memilih Abdur-Rahman sebagai imam mereka. Saat shalat hampir selesai, Nabi bergabung dengan para sahabat lainnya dan melaksanakan shalat di belakang Abdur-Rahman bin Awf. Mungkinkah ada penghormatan yang lebih besar diberikan kepada siapapun daripada menjadi imam yang dihormati ciptaan Allah, imam para Nabi, Nabi Muhammad, Rasullullah!

8. Sa’ad bin Abi Waqqas (600-675 M)

Sa’ad lahir di Makkah, 595 M. Ayahnya adalah Abu Waqqas Malik ibn Uhayb ibn Abd Manaf bin Zuhrah dari klan Bani Zuhrah dari Quraisy. Ibu Sa’ad adalah Hamnah binti Sufyan ibn umayya ibn Abd shams ibn Abd Manaf. Sa’ad berumur tujuh belas tahun saat memeluk Islam. Putranya adalah Amar ibn Sa’ad yang berperan aktif dan penting dalam Pertempuran Ka’bah. Sa’ad adalah orang ketujuh belas yang memeluk Islam. Sa’ad dikenal karena komandonya dalam penaklukan Persia pada tahun 636, menjadi gubernur pada tahun itu, dan kunjungan diplomatik ke China pada tahun 616 dan 651.

9. Sa’id bin Zayd (593-673 M)

Sa’id bin Zaid lahir di Makkah pada tahun 593 M. Sa’id mewarisi keyakinan ayahnya tentang tauhid Islam, dan menerima Islam sejak usia dini. Sa’id bin Zaid bersama isterinya menerima Islam padahal hanya segelintir muslim pada waktu itu. Mereka mengalami berbagai macam penganiayaan, ejekan dan penyiksaan karena keputusan mereka. Sa’id bin Zaid dan istrinya Fatimah binti Khattab berperan penting dalam masuknya Sayyidina Umar bin Khattab yang menjadi salah satu pengikut Islam terkuat. Sa’id bin Zaid secara singkat menjabat sebagai ‘Amil (Gubernur) Damishaq (Damaskus), namun dengan sukarela mengundurkan diri untuk berpartisipasi dalam Jihad untuk Sham (Syria). Sa’id bin Zaid bertugas di tentara Islam dalam penaklukan untuk waktu yang lama dan memainkan peran penting dalam membuat wilayah Irak dan Suriah menjadi bagian dari tanah Islam.

10. Abu Ubaidah Aamir bin Abdullah bin Al-Jarrah (583-638 M)

Abu Ubaidah digambarkan sebagai komunitas sebagai pria dengan martabat dan dianugerahi ketampanan, menyenangkan, cakap dengan tubuh tinggi dan langsing dan mata yang tajam. Ini adalah penampilan fisik yang baik dari seorang pria yang Nabi saw bersabda: ‘Setiap umat memiliki wali amanat: wali amanat Umat saya adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.’ Dengan karakter dan sifat, Abu Ubaidah sangat rendah hati dan sederhana. Di antara sahabat-sahabatnya, ia memiliki sifat lembut dan lembut seperti sutra. Ketika sampai pada perang, dia sekeras besi. Selama pertempuran Uhud, ia kehilangan dua gigi depannya. Integritas dan kejujurannya tak tertandingi bahkan di antara para sahabat Nabi. []

Redaktur : Dika Nugraha

About Admin 1

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline