Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ini Pesan Umar bin Khaththab untuk Pasukannya Mengenai Binatang

0

Pada suatu ketika pasukan kaum Muslim akan berangkat jihad fii sabillillaah untuk membebaskan Mesir, Khalifah Umar bin Khaththab r.a. berpesan kepada Panglima Amr bin Ash dan pasukan kaum Muslim, “Hendaklah kalian memperlihatkan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin. Kalian tidak boleh menzalimi orang tua, kaum wanita, anak-anak, para pendeta, dan orang-orang yang tidak memusuhi Islam.”

“Baik, Ya Amirul mu’minin,” jawab Amr bin Ash dan pasukannya.

“Kalian pun tidak boleh merusak tempat tinggal, bangunan, tanaman, dan perkebunan,” kata Umar lagi.

” Baik, Ya Amirul mu’minin,” jawab Amr bin Ash sambil mengangguk.

“Satu lagi kalian tidak dibenarkan mengganggu binatang ternak ataupun binatang yang berkeliaran yang kalian temukan di jalan!”

Amr bin Ash kembali mengangguk. Setelah mendengar pesan Khalifah Umar, pasukan Amr bin Ash segera berangkat ke Mesir.

“Mari, kita berangkat, Allahu Akbar!!!” seru Amr bin Ash memberi komando. Mereka berangkat menuju Mesir dengan penuh semangat. Tidak terasa, hari mulai senja. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat.

“Kita harus bermalam di tempat ini! Semua pasukan harus segera membangun tenda peristirahatan!” teriak Panglima Amr bin Ash.

Pasukan kaum Muslim pun membangun tenda. Setelah selesai, mereka segera beristirahat. Ketika subuh menjelang, mereka menunaikan shalat Subuh berjamaah. Setelah itu, mereka berkemas mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke Mesir. Sementara, sebagian lagi membongkar tenda untuk dibereskan. Tetapi, ternyata ada sebuah tenda yang tidak dibongkar. Tenda peristirahatan itu dibiarkan tetap berdiri. “Kenapa tenda ini tidak dibongkar?” tanya Amr bin Ash kepada salah seorang prajurit.

“Kita tidak boleh mengganggu binatang, wahai Tuan, sebagaimana pesan Khalifah Umar. Lihatlah Ada seekor burung yang telah membuat sarang di atas tenda kita!!” jawab prajurit itu sambil menunjuk ke atas tenda. “Bahkan, mungkin sejak tadi malam, burung itu sudah bertengger di tenda kita. Lalu, ia bertelur, dan kini sedang mengerami telur-telurnya.” kata prajurit lainnya.

“Kalau begitu biarkan tenda ini tetap berdiri!! Kita jangan mengganggu binatang,” kata Amr bin Ash. “kita harus menunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin. Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Islam juga mengajarkan kepada kita untuk menyayangi binatang.” []

Sumber: 100 Kisah Islami Pilihan/ Penulis: Salman Iskandar/ Agustus, 2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline