Picture: PngImg

Ini Adab Tidur yang Disampaikan Rasulullah

Tidur merupakan waktu istiirahat yang paling baik sekaligus sebagai kebutuhan pokok dalam tubuh setiap manusia yang harus dipenuhi. Namun, bagaimana adab tidur yang baik itu. Berikut adab tidur yang disampaikan Rasulullah Saw:

Menutup tempat makan dan minum.

Jabir Rasulullah saw, sabdanya, “Tutuplah wadah, ikatlah mulut tempat air – atau sumbatlah, tutuplah semua pintu dan padamkanlah lampu. Sebab sesungguhnya syaitan itu tidak dapat mengurai ikatan tempat air, tidak dapat membuka pintu, juga tidak dapat membuka wadah. Jikalau seseorang di antara engkau semua itu tidak dapat menemukan, melainkan hanya dapat memalangkan sebatang tangkai kecil di atas wadahnya, dan menyebutkan nama Allah, maka hendaklah melakukan sajayang ia dapat melakukannya itu. Sesungguhnya tikus itu dapat menyalakan rumah sesuatu keluarga rumah.” (HR. Muslim)

Memadamkan Api sebelum tidur.

Abu Musa berkata, “Ada sebuah rumah di Madinah yang terbakar mengenai penghuni-penghuninya di waktu malam. Setelah hal mereka itu diberitahukan kepada Rasulullah saw, lalu beliau saw bersabda, “Sesungguhnya api itu adalah musuhmu semua. Maka dari itu, jikalau engkau semua tidur, padamkan sajalah api itu dari padamu.” (Muttafaq ‘alaih)

Berwudhu sebelum tidur.

Al-Bara’ bin ‘Azib pula, berkata, “Rasulullah saw bersabda kepadaku, “jikalau engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’-lah dulu sebagaimana wudhu’mu untuk bershalat” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Mengibas ranjang tiga kali.

Dari Abu Hurairah t berkata: “Rasulullah r bersabda: “Apabila salah seorang kalian menuju ranjangnya maka kibaslah ranjang tersebut dengan ujung kainnya, karena sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang mengotori ranjang tersebut sepeninggalnya tadi, kemudian dia mengucapkan: (Dengan nama-Mu ya Rabb, aku membaringkan tubuhku, dan dengan (nama)-Mu aku bangun, jika Engkau menahan jiwaku (mematikanku) maka curahkanlah kepadanya rahmat, dan jika Engkau mengirimnya kembali (yaitu memasukkannya ke dalam tubuhku) maka perilaharalah dia seperti Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shaleh)”. Muttafaq ’alaih. Dalam riwayat yang lain: kibaslah ujung bajunya tiga kali.” HR. Bukhari.

Berdoa sebelum tidur.

Hudzaifah, berkata, “Nabi saw itu apabila mengambil tempat tidurnya di waktu malam, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya lalu mengucapkan – yang artinya, “Ya Allah, dengan namaMulah saya mati dan hidup,” dan apabila beliau bangun, lalu mengucapkan – yang artinya, “Segenap puji bagi Allah yang memberikan kehidupan kepada kita sesudah mematikan kita dan kepadaNya tempat kembali.” (HR. Bukhari)

Membaca suarat Muaawidzatain.

Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah saw apabila mengambil tempat pembaringannya – yakni akan tidur, beliau meniup dalam kedua tangannya dan membaca surat-surat Mu’awwidzah – yaitu surat-surat al-ikhlas,al-Falaq dan an-Nas-kemudian dengan kedua tangan itu beliau mengusapkan ke tubuhnya. (Muttafaq ‘alaih)

Membaca takbir, tasbih dan tahmid 33x.

Ali bahwasanya Rasulullah saw bersabda kepadanya dan juga kepada Fathimah – isterinya Ali, “Jikalau engkau berdua menempati tempat tidurmu – yakni akan tidur,” atau, “jikalau engkau berdua mengambil tempat pembaringanmu – yakni hendak tidur, maka bacalah takbir sebanyak tigapuluh tiga kali, tasbih sebanyak tigapuluh tiga kali dan tahmid Juga sebanyak tigapuluh tiga kali.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Tasbih itu sebanyak tigapuluh empat kali.” Dalam riwayat lain lagi disebutkan, “Takbir itu sebanyak tiga-puluh empat kali.” (Muttafaq ‘alaih)

Berzikir kepada Allah.

Abu Hurairah pula Rasulullah saw, sabdanya, “Barangsiapa yang duduk di suatu tempat duduk dan ia tidak berzikir kepada Allah Ta’ala dalam duduknya itu, maka atasnya adalah kekurangan Allah dan barangsiapa yang berbaring di suatu tempat pembaringan dan ia tidak berzikir kepada Allah Ta’ala dalam berbaringnya itu, maka atasnya adalah kekurangan Allah.” (HR. Abu Dawud)

Berniat bangun malam.

Abu Darda berkata bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang tidur dengan berniat akan bangun malam lalu tertidur sampai datang Subuh akan diberi pahala sesuai apa yang diniatkannya. Dan tidurnya adalah sedekah untuknya dari Tuhannya” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Tidur dengan sisi badan sebelah kanan.

Al-Bara’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhuma, berkata, “Rasulullah saw itu apabila menempatkan diri pada tempat tidurnya, maka beliau tidur atas belahan tubuhnya yang sebelah kanan, lalu mengucapkan – yang artinya, “Ya Allah, saya menyerahkan jiwaku padaMu, saya hadapkan wajahku padaMu, saya aturkan urusanku padaMu, saya tempatkan punggungku padaMu. Demikian itu adalah karena kecintaan serta ketakutanku padaMu. Tiada tempat berdiam dan tiada pula tempat menyelamatkan diri padaMu, melainkan kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Engkau turunkan serta kepada Nabi yang Engkau utus.” (HR. Bukhari) []

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Hadits Niat karena Hijrah Cinta

Kemurnian dan kesucian amalan sangat diperhitungkan serta dijadikan prioritas agar diusahakan adanya. Tak sia-sia bak debu di atas batu licin yang diterpa angin dan diterjang ombak. 

you're currently offline