Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Hikmah Luqman Tak Lebih Indah daripada Kebenaran Al-Qur’an

0 18

Suwaid bin Shamit adalah seorang penyair yang cerdas, ia dijuluki al-Kamil (orang yang sempurna) oleh kaumnya. Ia adalah salah seorang penduduk Yastrib, ia diberikan julukan tersebut yakni karena warna kulitnya, keindahan syair ciptaannya, kebangsawanan dan nasabnya.

Suatu hari ia dating ke Mekah untuk melaksanakan thawaf. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajaknya masuk Islam. Ia berkata pada Rasulullah, “Sepertinya apa yang ada padamu sama dengan apa yang ada padaku.”

BACA JUGA: Nasihat Rasulullah untuk Unais

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya padanya, “Apa yang ada padamu?”

Ia lantas menjawab, “Hikmah Luqman.”

Beliau berkata, “Bacakan padaku.”

Ia pun mulai membacakannya pada Rasulullah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sesungguhnya ucapan ini memang indah, akan tetapi apa yang aku bawa lebih baik daripada ini. Ialah Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah padaku, ia adalah petunjuk dan cahaya.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur’an padanya lalu mengajaknya memeluk Islam. Setelah mendengarnya, Suwaid pun menerima kebenaran Al-Qur’an dan akhirnya ia memeluk Islam.

BACA JUGA: Wahai Rasulullah, Beritahu Aku Sesuatu tentang Islam

Ia menambahkan, “Sesungguhnya ini memang benar lebih indah.”

Masuk Islamnya Suwaid terjadi pada permulaan tahun 11 kenabian. []

Sumber: Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad, Dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir/Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Ar-Rahiq al-Makhtum/Penerbit: Darul Haq

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline